Gegara Emosi Usai Nonton Bola, Enam Pemuda Mabuk di Palembang Aniaya Mahasiswa dan Rampas HP

AKURAT.CO SUMSEL Kekalahan Timnas Indonesia dari Jepang di laga kualifikasi Piala Dunia berujung tragis bagi seorang mahasiswa di Palembang.
Pani Saputra, mahasiswa yang tak tahu-menahu soal konflik antar kelompok suporter, justru menjadi korban pengeroyokan brutal oleh enam pria yang tengah mabuk usai nonton bareng (nobar).
Aksi sadis ini terjadi di Jalan Perjuangan, Kecamatan Sukarami, Palembang, pada malam Selasa, 10 Juni 2025. Malam itu, korban baru saja pulang dari gym dan hendak mencari makan, namun tiba-tiba dikeroyok dan ponselnya dirampas.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di kepala dan pelipis hingga harus mendapatkan perawatan medis dan jahitan.
Setelah menerima laporan korban, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel bergerak cepat. Berdasarkan rekaman CCTV, enam pelaku berhasil ditangkap secara bertahap pada Senin (4/8/2025). Mereka adalah Candra (20), Aldi (20), Dandi (26), Aldino (19), Rahmat (21), dan Irwani (27).
Menurut pengakuan pelaku Candra, aksi kekerasan itu dipicu kekesalan atas kekalahan Timnas. Usai nobar, mereka konvoi dan menenggak minuman keras jenis Atlas, hingga situasi tak terkendali.
Baca Juga: Truk Tabrak Pembatas Fly Over Bandara Palembang, Sopir Mengaku Sekejap Tertidur
"Kami habis nobar Indonesia kalah, terus konvoi dan beli miras. Di jalan, ketemu kelompok lain, kami kira korban bagian dari mereka," ujar Candra saat diinterogasi polisi.
Tanpa konfirmasi, kelompok tersebut langsung menghajar korban hingga jatuh dari sepeda motor. Salah satu pelaku bahkan memukul korban dengan botol kaca.
Pani juga kehilangan ponselnya yang dirampas dan dijual oleh pelaku seharga Rp600 ribu, yang kemudian digunakan untuk membeli minuman keras lagi.
Menariknya, tiga dari enam pelaku yang ditangkap bekerja sebagai kurir paket online. Mereka diamankan saat hendak menyetor uang Cash on Delivery (COD) di kantor ekspedisi di kawasan Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang.
Penangkapan para pelaku dilakukan tim Jatanras secara senyap di berbagai lokasi. Saat digiring ke markas Polda Sumsel, para pelaku diminta berjalan jongkok dengan tangan diborgol, sebagai bentuk perlakuan tegas terhadap aksi kriminal brutal tersebut.
Hingga kini, masih ada empat pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kepolisian mengaku sudah mengantongi identitas dan lokasi persembunyian mereka.
“Kami terus melakukan pengejaran. Pelaku akan kami bawa ke jalur hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Daftar Kasus yang Pernah Ditangani Kamarudin Simanjutak: Korupsi E-KTP Sampai Pembunuhan Brigadr J
- 2Mutasi Pejabat Polrestabes Palembang, Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Sako Berganti
- 3Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 5Update Jadwal Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026
- 6BMKG Prediksi Hujan Merata di Sumsel Mulai Pertengahan November 2026
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 8Ramalan Zodiak Libra Hari Ini, Senin 19 Oktober 2026: Asmara Harmonis, Keuangan Perlu Dijaga
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









