Tips Menentukan Harga Jual Takjil Saat Ramadan Agar Tidak Rugi

AKURAT. CO SUMSEL - Bulan Ramadan tidak hanya membuka kesempatan umat Islam untuk beribadah.
Tetapi juga menjadi peluang untuk memulai usaha atau bisnis, khususnya di bidang kuliner seperti menu takjil.
Namun, sebelum terjun ke dunia usaha lebih jauh, ada beberapa hal yang perlu diketahui pemula, terutama dalam penentuan harga jual produk agar tidak berujung pada kerugian.
Baca Juga: Bidik Kebangkitan di Kandang, Sumsel United Siapkan Taktik Khusus Hadapi Pemuncak Klasemen
Komponen Utama dalam Penentuan Harga Jual
Mengutip dari situs Kasir Pintar, sebelum menghitung harga jual, Anda perlu memahami komponen biaya yang mempengaruhi harga.
Yakni ada Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya Variabel (Variable Costs), dan Margin Keuntungan (Profit Margin).
Baca Juga: Viral Pemuda Sumsel Minta Dipulangkan dari Kamboja, Gubernur Gerak Cepat Telusuri
1. Biaya Tetap (Fixed Costs): Biaya yang tidak berubah terlepas dari jumlah produk yang dijual, seperti sewa tempat, gaji karyawan, atau asuransi.
2. Biaya Variabel (Variable Costs): Biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produk yang diproduksi atau dijual, seperti bahan baku dan ongkos produksi.
3. Margin Keuntungan (Profit Margin): Persentase keuntungan yang ingin Anda dapatkan dari setiap produk yang dijual.
Baca Juga: Operasi Sikat Musi 2026 Berhasil, Warga IB I Palembang Sukarela Serahkan Senpi Rakitan
Langkah-Langkah Menghitung Harga Jual Produk
1. Hitung Total Biaya Produksi
Total biaya produksi adalah penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variabel
. Rumus perhitungannya yaitu "Total Biaya Produksi=Biaya Tetap+(Biaya Variabel per Unit × Jumlah Unit)".
Baca Juga: Distribusi Terhambat, Target Produksi Batu Bara Sumsel Terancam Tak Tercapai
Sebagai contoh, Anda menentukan Biaya Tetap sebesar Rp5 juta per bulan, dengan biaya variabel Rp20 ribu per unit, dan 1000 unit produksi.
Maka total biaya yang dikeluarkan menjadi Rp25 juta (5.000.000+(20.000×1.000)=Rp25.000.000).
2. Tentukan Biaya per Unit
Baca Juga: Purbaya Sebut THR ASN Cair Awal Ramadan, Berikut Estimasi Besaran Nominal dan Komponennya
Biaya per unit didapat dari total biaya produksi dibagi jumlah unit.
Sebagai contoh dengan simulasi biaya di atas, biaya per unit ditemukan Rp25 ribu dari hasil (Rp25.000.000/1.000=Rp25.000).
3. Tentukan Margin Keuntungan
Baca Juga: Detik-Detik Pohon Raksasa Ambruk di IT I Palembang, Fortuner hingga Calya Rusak Parah
Setelah mengetahui biaya per unit, tambahkan margin keuntungan untuk menentukan harga jual dengan rumus ''Harga Jual per Unit=Biaya per Unit+(Biaya per Unit×Persentase Margin Keuntungan)''.
Sebagai contoh Anda ingin menetapkan Margin Keuntungan sebesar 30 persen, maka harga jualnya akan menjad Rp32.500 (25.000+(25.000×30%)=25.000+7.500=Rp32.500).
Tips Menentukan Harga Jual
Baca Juga: Meluncur Global, Xiaomi 17 dan 17 Ultra Tawarkan Warna Baru dan Harga Kompetitif
1. Perhatikan harga pasar dan lakukan riset kompetitor untuk mengetahui harga pasar, pastikan harga Anda tidak terlalu jauh di atas harga kompetitor agar calon pelanggan tidak beralih.
2. Pertimbangkan nilai tambah seperti pengemasan menarik untuk meningkatkan harga jual.
3. Pertimbangkan pengadaan diskon/promosi, jika Anda sering memberikan diskon atau promosi, pastikan harga jual awal Anda cukup tinggi untuk menutupi potongan harga tersebut.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









