Sumsel

Impor Sumsel Sempat Tembus 237 Juta Kg, Tapi Terjun Bebas di Oktober

Maman Suparman | 10 Januari 2026, 22:00 WIB
Impor Sumsel Sempat Tembus 237 Juta Kg, Tapi Terjun Bebas di Oktober

AKURAT.CO SUMSEL Volume impor Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 2025 menunjukkan dinamika yang cukup fluktuatif.

Berdasarkan data kumulatif impor bulanan, terjadi lonjakan signifikan pada beberapa periode, namun juga penurunan tajam di bulan-bulan tertentu.

Pada awal tahun, volume impor Sumsel tercatat cukup tinggi. Januari 2025 membukukan impor sebesar 213,9 juta kilogram, meski kemudian turun tajam pada Februari menjadi 129,9 juta kilogram.

Baca Juga: Disdik Palembang Soroti Distribusi MBG, 114 SD Masih Masuk Daftar Tunggu

Penurunan tersebut bersifat sementara, karena pada Maret volume impor kembali meningkat menjadi 209,2 juta kilogram.

Puncak impor sepanjang 2025 terjadi pada April, dengan total mencapai 237,4 juta kilogram, tertinggi selama tahun berjalan.

Kenaikan ini diduga berkaitan dengan peningkatan kebutuhan bahan baku industri serta persiapan sektor perdagangan menjelang periode konsumsi tinggi.

Namun, setelah April, tren impor mengalami koreksi tajam. Pada Mei, volume impor anjlok drastis hingga hanya 76,9 juta kilogram, sebelum kembali naik di Juni menjadi 143,8 juta kilogram.

Kenaikan berlanjut pada Juli dengan total impor mencapai 220,6 juta kilogram, mendekati level tertinggi tahunan.

Baca Juga: Tergiur Kredit Mobil, Warga Palembang Kehilangan Rp199 Juta Diduga Ditipu Calo

Memasuki semester kedua, impor kembali melemah. Agustus mencatat 119,1 juta kilogram, disusul September sebesar 129,9 juta kilogram.

Penurunan terdalam di paruh akhir tahun terjadi pada Oktober, ketika volume impor Sumsel hanya 72,4 juta kilogram, menjadi yang terendah sepanjang 2025.

Pada November, impor kembali mengalami pemulihan dengan total 123,8 juta kilogram, menandakan aktivitas perdagangan luar negeri Sumsel masih bergerak meski belum kembali ke level puncak.

Fluktuasi impor ini mencerminkan dinamika kebutuhan industri, aktivitas ekonomi regional, serta penyesuaian pelaku usaha terhadap kondisi pasar global dan domestik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia