Pemerintah Alihkan Pasokan LPG 3 Kg ke Rumah Tangga, Imbas Ketergantungan Impor Capai 84%

AKURAT.CO SUMSEL Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat pasokan LPG 3 kilogram atau “gas melon” untuk rumah tangga dengan mengalihkan distribusi dari sektor industri.
Kebijakan ini dilakukan di tengah ketergantungan impor LPG yang mendekati 84% dari kebutuhan nasional.
Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, mengatakan pemerintah sedang mencari tambahan pasokan melalui impor maupun produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami sedang melakukan hunting LPG dari impor maupun produksi LPG dalam negeri,” ujar Rizwi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Pajak Kendaraan Masih Jadi Tulang Punggung Pendapatan Sumsel, Capai Rp752 Miliar di Awal 2026
Langkah ini dianggap strategis karena kebutuhan harian LPG 3 kg terus meningkat.
Data ESDM mencatat kebutuhan harian pada awal 2026 mencapai 26.000 metrik ton, naik dari 25.000 metrik ton pada 2025. Sementara itu, ketergantungan impor Indonesia juga meningkat dari 80,58% pada 2025 menjadi 83,97% hingga Februari 2026.
Sejak program konversi minyak tanah ke LPG digulirkan pada 2007, konsumsi LPG rumah tangga terus meningkat, sementara kapasitas produksi domestik belum mampu mengejar permintaan. Kondisi ini membuat impor menjadi penopang utama pasokan nasional.
Pemerintah menegaskan prioritas pasokan LPG 3 kg untuk rumah tangga bertujuan menjaga ketersediaan gas bersubsidi, mencegah kelangkaan, dan menahan harga di tingkat pengecer.
Kebijakan ini juga menyasar pelaku UMKM dan usaha makanan skala kecil yang sangat bergantung pada LPG 3 kg.
Dalam beberapa pekan terakhir, isu antrean dan kelangkaan LPG sempat muncul di sejumlah daerah, sehingga operasi pasar dan penguatan distribusi dilakukan secara masif.
Selain itu, tingginya ketergantungan impor LPG meningkatkan sensitivitas Indonesia terhadap fluktuasi harga energi global, nilai tukar rupiah, serta gangguan rantai pasok internasional, yang berpotensi menambah beban subsidi negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Tambah 4 Medali
- 2BSU Rp900.000 Cair Lagi Oktober 2026, Cek Namamu Terdaftar atau Tidak di Sini
- 3Ramalan Zodiak Capricorn Hari Ini: Fokus Karier, Keuangan, dan Hubungan
- 4Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tambah 2 Emas, Indonesia Naik Peringkat 13
- 5Klasemen Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun ke Peringkat 14
- 6Ramalan Zodiak Hari Ini 1 Oktober 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer dan Leo
- 7Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Lolos Final Usai Hatam Bangladesh dengan Skor Akhir 9-2
- 8Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Sabtu 3 Oktober 2026
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








