Sumsel

Pendapatan Negara di Sumsel Capai Rp7,92 Triliun, Ditopang Pajak dan Ekspor CPO

Maman Suparman | 5 September 2025, 20:00 WIB
Pendapatan Negara di Sumsel Capai Rp7,92 Triliun, Ditopang Pajak dan Ekspor CPO
 
AKURAT.CO SUMSEL Kinerja fiskal di Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan tren positif sepanjang Januari–Juli 2025.
 
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat pendapatan negara di wilayah ini mencapai Rp7,92 triliun atau 44,30 persen dari target.

Kepala Kanwil DJP Sumselbabel Tarmizi mengatakan capaian tersebut tumbuh dibandingkan periode sama tahun lalu, meski di sisi lain realisasi belanja negara masih mengalami tekanan.

“Pendapatan negara di Sumsel tercatat Rp7,92 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ini menjadi sinyal positif di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan,” ujar Tarmizi di Palembang, Jumat (5/9/2025).

Dari total penerimaan, sektor perpajakan menyumbang porsi terbesar yakni Rp6,10 triliun.
 
 
Pajak Pertambahan Nilai (PPN dan PPnBM) mencatatkan kinerja paling moncer sebesar Rp3,25 triliun atau tumbuh 22,1 persen (yoy). Sementara Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas sebesar Rp2,79 triliun justru terkoreksi 5,2 persen.

Di sisi lain, penerimaan bea dan cukai melonjak 61,06 persen menjadi Rp271,47 miliar. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya volume ekspor CPO dan produk turunannya, ditambah kenaikan harga patokan ekspor (HPE).

Sumber lain yakni PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang menyumbang Rp1,55 triliun, terutama berasal dari lelang dan pelayanan kepelabuhanan.

Meski penerimaan tumbuh, realisasi belanja negara di Sumsel justru terkontraksi 9,86 persen menjadi Rp23,78 triliun atau 48,08 persen dari pagu.

Belanja pemerintah pusat Rp6,43 triliun masih didominasi belanja pegawai, sementara belanja barang dan modal tertekan kebijakan efisiensi anggaran.

Namun, belanja bantuan sosial justru bergerak positif, terutama lewat program KIP Kuliah dan ATENSI Kemensos.

Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) menjadi motor pembangunan daerah dengan realisasi Rp17,35 triliun atau 51,56 persen dari pagu, naik 3,28 persen (yoy).

Secara makro, ekonomi Sumsel mencatat pertumbuhan 5,42 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Inflasi terkendali di angka 2,88 persen (yoy), menandakan daya beli masyarakat masih terjaga.

Surplus neraca perdagangan mencapai 3,53 miliar dolar AS, didukung ekspor batu bara, pulp, dan karet. Sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tetap berada di level optimis 113,90.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia