Sumsel

Harga Karet Stabil, Petani Sumsel Masih Tertekan Produktivitas Rendah

Maman Suparman | 3 September 2025, 19:00 WIB
 Harga Karet Stabil, Petani Sumsel Masih Tertekan Produktivitas Rendah

AKURAT.CO SUMSEL Petani karet di Sumatera Selatan (Sumsel) masih dihadapkan pada tantangan serius meski harga karet alam relatif stabil dalam sepekan terakhir.

Harga karet bertahan di kisaran 1,7 dolar AS per kilogram (kg), namun dinilai belum sepenuhnya memberi keuntungan layak bagi petani.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Alex K. Eddy, menyebut harga ideal seharusnya menembus 1,8 dolar AS per kg agar petani dapat merasakan kesejahteraan lebih baik.

“Kalau harga bisa naik sedikit lagi, tentu petani akan lebih sejahtera,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Meski harga terpantau relatif stabil, persoalan utama justru berada pada produktivitas tanaman karet yang rendah. Padahal, klon karet unggul semestinya bisa menghasilkan 1,8–2 ton per hektare per tahun.

“Kondisi di lapangan jauh dari angka tersebut. Kemungkinan karena usia tanaman yang sudah tua atau serangan penyakit daun,” jelas Alex.

Berdasarkan catatan Gapkindo Sumsel, produksi karet Januari–Juli 2025 tercatat 476.633 ton. Angka ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 469.771 ton (2023) dan 455.136 ton (2024).

Baca Juga: Siap Hadapi Liga 2, Sumsel United Matangkan Persiapan Strategi Bola Mati

Penurunan produktivitas juga dipengaruhi faktor cuaca, terutama saat musim kering dan periode gugur daun, yang membuat pasokan bahan olahan karet rakyat (bokar) ke pabrik menurun.

Di tengah tekanan produktivitas, kinerja ekspor karet dari Sumsel tetap mencatatkan pertumbuhan positif. Pada Juli 2025, volume ekspor tercatat 63.321 ton, meningkat dibanding bulan sebelumnya sebesar 55.978 ton.

Secara kumulatif, periode Januari–Juli 2025, ekspor karet Sumsel mencapai 451.282 ton, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 413.729 ton.

“Berdasarkan data BPS, sampai Juni 2025, ekspor karet dari Sumsel merupakan yang terbesar di Indonesia, dengan volume 325.195 ton dan nilai 642,9 juta dolar AS,” tambah Alex.n juga pilihan judul alternatif yang lebih catchy ala media online biar enak dipilih sesuai kebutuhan?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia