4 Destinasi di Kota Palembang yang Pernah Mendapatkan Award Pesona Indonesia! Salah Satunya Juga Masuk Kategori Best Snack di Kancah Internasional

AKURAT.CO SUMSEL Kota Palembang memiliki beragam tempat destinasi wisata, kuliner, hingga pusat perbelanjaan.
Dilaporkan dari laman resmi Award Pesona Indonesia, Daerah yang dikenal sebagai kota tertua ini, pernah empat kali mendapatkan pennghargaan sebagai destinasi terpopuler.
Tidak hanya di dalam negeri, ada juga kuliner di Kota Palembang yang pernah masuk sebagai nominasi di kancah internasional.
Penasaran destinasi apa saja yang ada di kota Palembang pernah mendapatkan Award Pesona Indonesia? Simak artikel ini sampai selesai
4 Destinasi di Kota Palembang yang pernah mendapatkan Award Pesona Indonesia
1. Pempek
Makanan satu ini pasti tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia.
Pada tahun 2016 lalu, makanan khas kota Palembang ini masuk sebagai kategori sebagai juara tiga hidangan tradisional terpopuler di Indonesia.
Kategori hidangan tradsional juara 1 dan 2 kategori hidangan tradsional terpoluer yaitu, Ayam Taliwang dari Provinsi NTB, dan Ayam betutu dari provinsi bali.
Tidak hanya itu, olahan ikan yang dibalut dengan tepung ini pada tahun 2023 ini masuk sebagai salah satu kategori best snack versi Taste Atlas.
2. Al Quran Al Akbar
Al-Qur'an Al-Akbar menjadi detinasi wisata religi yang terkenal, sekaligus menjadi simbol dari Kota Palembang.
Terletak di Jalan Moh. Amin, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Mushaf Al-Qur'an ini menjadi bagian dari koleksi yang disimpan di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah.
Halaman-halaman Al-Qur'an ini disusun dengan megah hingga mencapai ketinggian sekitar 15 meter.
Keindahan ukiran dan warnanya yang memukau, menciptakan suasana yang tidak akan terlupkan saat mengunjunginya
Pada tahun 2018, tempat ini menjadi juara pertama dianugerahi pesona Indonesia dalam kategori wisata halal terpopuler di Indonesia.
3. Kampung Al Munawar
Kampung ini juga dikenal sebagai kampung arab oleh masyarakat Kota Palembang.
Perkampungan ini mulai dibangun sekitar 200 tahun yang lalu oleh Abdul Rahman Bin Muhammad Al-Munawar.
Pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, para leluhur dari keturunan Al-Munawar pindah ke Kota Palembang.
Oleh karena itu, struktur bangunan di sana merupakan perpaduan gaya tradisional Palembang dan Yaman.
Rumah-rumahnya memiliki bentuk mirip rumah Limas palembang dengan ornamen khas yang menggambarkan budaya palembang.
Ada juga bangunan yang sudah berusia sekitar 300 tahun yang masih kokoh berdiri hingga hari ini.
Hebatnya lagi, pada tahun 2018 tempat yang menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Palembang ini mendapatkan penghargaan pesona Indonesia dalam kategori kampung adat terpopuler.
4. Tanggo Buntung
Pada tahun 2020, tempat yang menjadi salah satu pusat hiburan di Kota Palembang ini mendapatkan penghargaan pesona Indonesia dalam ketegori destinasi belanja terpopuler di Indonesia.
Itulah Empat tempat destinasi di Kota Palembang yang pernah mendapatkan penghargaan pesona Indonesia. (MG/CC Dandy Dwi Putra Handho).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu



