Sumsel

Perjalanan Panjang Lula da Silva Keluar dari Kemiskinan hingga Jadi Presiden Brasil 4 Periode

Septiyanti Dwi Cahyani | 26 Oktober 2026, 10:48 WIB
Perjalanan Panjang Lula da Silva Keluar dari Kemiskinan hingga Jadi Presiden Brasil 4 Periode
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dengan Presiden Brasil, Lula da Silva - Dok. Sekretariat Negara

AKURAT. CO SUMSEL - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva kembali mencetak sejarah setelah memenangkan pemilihan presiden untuk keempat kalinya pada Minggu (25/10/2026).

Politisi sayap kiri yang berusia 81 tahun itu berhasil mengalahkan Flavio Bolsonaro pada putaran kedua, meski sebelumnya tertinggal dalam pemungutan suara putaran pertama.

Kemenangan bersejarah ini menjadikan Lula sebagai presiden Brasil pertama yang terpilih untuk menjabat sebanyak empat kali.

Baca Juga: Revitalisasi Rusun Ilir Barat Palembang Mulai Dimatangkan, Pemkot Tunggu Hasil Kajian

Lula telah memimpin Brasil selama tiga periode yakni Januari 2003 sampai Desember 2006, Januari 2007 sampai Desember 2010, Januari 2023 sampai sekarang.

Hal ini terjadi setelah kampanyenya yang didominasi oleh kekhawatiran masyarakat mengenai biaya hidup, kejahatan, dan korupsi, serta pergeseran politik ke arah kanan di Brasil maupun di seluruh Amerika Latin.

Hasil ini juga menandai pertama kalinya seorang kandidat berhasil memenangkan kursi kepresidenan, setelah menempati posisi kedua di pemilu putaran pertama.

Baca Juga: Palembang Diguyur Hujan Pagi Hari Usai Berbulan-bulan Kering, Warga "Alhamdulillah, Penantian Panjang"

Lantas, siapa itu Lula da Silva dan bagaimana sepak terjangnya sampai bisa terpilih jadi Presiden hingga 4 kali?

Perjalanan Panjang Lula Menuju Kursi Presiden Brasil

Lula tumbuh dalam kondisi kemiskinan ekstrem sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara di keluarga petani di Pernambuco.

Sebelum menjadi buruh pabrik logam dan tokoh serikat pekerja, ia pernah bekerja sebagai penyemir sepatu dan penjual kacang.

Baca Juga: Ada Fenomena Hunter's Moon Malam Ini, Catat Waktu Terbaik untuk Melihat Menurut BMKG

Ia bahkan kehilangan salah satu jarinya akibat kecelakaan kerja pada dekade 1960-an.

Setelah gagal dalam tiga pencalonan awal, Lula akhirnya terpilih menjadi Presiden Brasil pada 2003 dan kembali memenangi pemilu pada 2006.

Ia menyelesaikan masa jabatan keduanya pada 2010 dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang berhasil mengentaskan 30 juta jiwa dari kemiskinan.

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Widodo AS, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Era Gus Dur

Namun, skandal korupsi besar yang menyeret partainya membuat popularitas faksi kiri merosot hingga mendorong kemenangan Jair Bolsonaro pada Pemilu 2018.

Lula sempat dipenjara sebelum akhirnya tuduhan terhadapnya dibatalkan karena alasan prosedural dan hakim kasusnya dinilai memihak.

Lula kemudian bangkit dan memenangi pemilu 2022 dengan selisih suara yang sangat tipis.

Baca Juga: Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair

Program Sosial Warisan Politik Lula

Dalam masa jabatan ketiganya, Lula mendapat apresiasi karena menghidupkan kembali program bantuan sosial, menekan kerusakan hutan Amazon, dan memperkuat demokrasi Brasil.

Salah satu kebijakan utamanya adalah Bolsa Familia, program bantuan sosial yang diluncurkan sekitar dua dekade lalu.

Program tersebut menjadi salah satu warisan politik terpenting Lula, terutama bagi masyarakat miskin.

Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini

Menang Pilpres di Usia Hampir 81 Tahun

Usia menjadi salah satu tantangan Lula dalam pemilu 2026.

Untuk menunjukkan kondisi fisiknya, ia melakukan gerakan squat dan joging selama kampanye.

Setelah tertinggal dari Flavio Bolsonaro pada putaran pertama, Lula meningkatkan aktivitas kampanye, termasuk melalui media sosial.

Baca Juga: Mayoritas Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan Lagi Besok Pagi, Sebagian Disertai Petir

Ia mulai membagikan video swafoto dan bahkan membeli telepon seluler untuk pertama kalinya.

Lula juga mengampanyekan pentingnya mencegah kelompok sayap kanan ekstrem kembali berkuasa.

Kemenangannya disambut pendukung yang khawatir terhadap kemungkinan berkurangnya hak-hak masyarakat apabila Flavio Bolsonaro terpilih.

Baca Juga: Berapa Jumlah Perempuan di Sumatera Selatan? Simak Data Tiap Daerah

Kini, Lula menjadi pemimpin terpilih secara demokratis dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah Brasil. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.