Sumsel

Ada Gerhana Bulan Sebagian di Akhir Agustus 2026, Catat Tanggalnya

Septiyanti Dwi Cahyani | 24 Agustus 2026, 08:00 WIB
Ada Gerhana Bulan Sebagian di Akhir Agustus 2026, Catat Tanggalnya
Ilustrasi Gerhana Bulan - Pexels

AKURAT.CO SUMSEL - Ada banyak fenomena astronomi terjadi di bulan Agustus 2026.

Mulai dari hujan meteor, gerhana matahari total, sampai gerhana bulan sebagian di akhir Agustus 2026.

Gerhana bulan sebagian akan terjadi pada 27-28 Agustus 2026 dan dapat disaksikan dari sejumlah wilayah di dunia.

Baca Juga: 600 Hotspot Mengepung Sumsel, OMC Kembali Digelar untuk Cegah Karhutla Meluas

Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan saat fase purnama, tetapi ketiganya tidak berada dalam satu garis yang sempurna.

Akibatnya, sebagian besar permukaan Bulan akan masuk ke dalam umbra atau bayangan utama Bumi.

Pada gerhana kali ini, sekitar 96 persen wajah Bulan yang terlihat akan tertutup bayangan Bumi.

Baca Juga: 20 Orang Serang Empat Remaja di Sukarami Palembang, Satu Korban Ditusuk dan HP Dirampas

Daftar Negara yang Dapat Melihat Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana Bulan sebagian tersebut dapat diamati dari sebagian besar Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa.

Sayangnya, fenomena ini tidak dapat disaksikan dari Indonesia.

Baca Juga: Kabut Asap Tebal Selimuti Palembang, Penerbangan di Bandara SMB II Masih Normal

Jadwal Gerhana Bulan Sebagian

Berdasarkan Time and Date yang dikutip Space, umbra Bumi mulai masuk ke permukaan Bulan pada 27 Agustus pukul 22.33 EDT atau 28 Agustus pukul 09.33 WIB.

Gerhana kemudian mencapai puncaknya pada 28 Agustus pukul 00.12 EDT atau 11.12 WIB.

Baca Juga: Gara-gara Istri Berada di Rumah Tetangga, Suami Diduga Aniaya hingga Hendak Menusuk

Pada fase maksimum, bayangan Bumi akan menutupi hampir seluruh permukaan Bulan, hanya menyisakan bagian tipis yang masih terkena cahaya Matahari secara langsung.

Saat gerhana berlangsung, bagian Bulan yang berada dalam bayangan Bumi dapat terlihat berwarna kemerahan atau jingga.

Warna tersebut muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dibelokkan menuju permukaan Bulan.

Baca Juga: Ngeri! Hendak Berangkat Kerja, Wanita di Palembang Dibegal Sambil Diancam Ditembak

Fenomena serupa juga menjadi penyebab Bulan tampak merah saat gerhana Bulan total, yang kerap disebut sebagai Blood Moon.

Setiap fase gerhana Bulan berlangsung pada waktu yang sama bagi seluruh pengamat yang berada di sisi malam Bumi dan dapat melihat Bulan.

Namun, waktu lokal pengamatan akan berbeda-beda tergantung lokasi.

Baca Juga: Ditolak Kerja, Pemuda di Ogan Ilir Malah Bakar Kebun Tebu 4,5 Hektare

Di wilayah Pantai Barat Amerika Serikat seperti California, puncak gerhana akan terjadi tidak lama setelah tengah malam pada 27-28 Agustus.

Sementara pengamat di Inggris baru akan menyaksikan fase maksimum sesaat sebelum Matahari terbit pada 28 Agustus, ketika Bulan berada rendah di cakrawala barat daya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.