Sumsel

Jerome Poline Tertipu Rekan Bisnis Rp38 M, Kedai Teh Menantea Bakal Tutup Usai 5 Tahun Beroperasi

Septiyanti Dwi Cahyani | 13 April 2026, 16:30 WIB
Jerome Poline Tertipu Rekan Bisnis Rp38 M, Kedai Teh Menantea Bakal Tutup Usai 5 Tahun Beroperasi
Influencer pendidikan Jerome Polin umumkan kedai Menantea harus tutup permanen usai 5 tahun beroperasi. (Instagram/jehianps)

AKURAT. CO SUMSEL - Kabar kurang menyenangkan datang dari keluarga influencer pendidikan Jerome Polin.

Jerome memutuskan akan menutup permanen bisnis franchise minuman teh kekinian Menantea pada akhir April 2026 nanti.

Menantea merupakan bisnis keluarga pertama yang didirikan Jerome bersama sang kakak, Jehian Penangian Sijabat sejak 2021 silam.

Baca Juga: Pusri Pastikan Stok Pupuk Sumbar Aman di Tengah Transisi Rayon, Distribusi Tetap Lancar

Adapun alasan penutupan kedai Menantea ini diungkap langsung oleh sang kakak, Jehian melalui akun Instagram pribadinya @jehianps pada Sabtu (11/4/2026) dan seketika menjadi sorotan publik hingga akhirnya masuk jajaran topik trending dalam mesin pencarian Google hari ini.

Dalam unggahan tersebut, Jehian menceritakan alasan penutupan kedai Menantie disebabkan oleh kerugian hingga puluhan miliar yang mereka alami akibat tertipu dengan rekan bisnis.

Rugi hingga Rp38 Miliar

Baca Juga: Sumsel United Kian Terdesak, Asa Promosi Makin Tipis Meski Peluang Masih Terbuka

Dalam unggahan tersebut, Jehian mengungkap kerugian hingga Rp38 miliar dalam bisnis minuman kekinian Menantea, sebelum akhirnya menutup seluruh operasional pada 25 April 2026 mendatang.

Kedua kakak beradik ini mengakui, kesalahan terjadi sejak awal menjalankan bisnis, terutama karena terlalu mempercayakan pengelolaan keuangan kepada satu orang tanpa pengawasan ketat.

Ia menjelaskan bahwa laporan keuangan yang diterimanya selama ini hanya berbentuk file Excel dan tidak menyadari bahwa laporan tersebut bisa dimanipulasi.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Tekanan Ban, Bisa Pengaruhi BBM dan Keselamatan

Kecurigaan mulai muncul pada 2023 saat ia mendapati laporan bahwa dana perusahaan telah habis.

Setelah itu, Jerome baru memeriksa mutasi rekening dan menemukan ketidaksesuaian antara laporan dan saldo aktual.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui dana perusahaan yang bermasalah mencapai sekitar Rp38 miliar.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Rp100 Ribu, Kembali ke Level Rp15 Juta per Suku

Sebagian dana disebut sempat dikembalikan untuk kebutuhan operasional, namun sekitar Rp5-6 miliar diduga digunakan untuk kepentingan lain oleh oknum terkait.

Gunakan Dana Pribadi untuk Tutup Kerugian

Meski mengalami kerugian besar, Jerome tetap menyuntikkan dana pribadi untuk menjaga operasional Menantea hingga kontrak dengan mitra berakhir pada April 2026.

Baca Juga: Magang Nasional 2026 Dibuka Tahun Ini, Kuota Berpotensi Naik hingga 150 Ribu Peserta

Ia juga mengungkap kesibukannya di bisnis lain membuat dirinya tidak terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Selain itu, Jerome menyebut kasus serupa tidak hanya menimpa Menantea.

Ia mengklaim sejumlah pelaku usaha lain, termasuk brand kuliner milik figur publik, juga diduga menjadi korban dari oknum yang sama.

Baca Juga: WFH ASN Sumsel Tekan Kemacetan, Ribuan Kendaraan Dinas Tak Beroperasi

Jerome juga mengatakan, jika masih ada toko Menantea yang masih buka, mereka memberikan promo sampai benar-benar tutup pada 25 April 2026.


"Sebagai dukungan subsidi pada seluruh Mitra yang masih memberi kami kepercayaan dengan membuka Toko Menantea milik mereka. Promo ini bisa anda gunakan hingga 25 April 2026," demikian keterangan dalam unggahan Jerome dan Jehian dikutip Senin (13/4/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.