Sumsel

Profil Salahudin Warits Suami Inayah Wahid, Kaum Intelektual Muda Pengurus Ponpes Tertua di Sumenep

Septiyanti Dwi Cahyani | 7 April 2026, 13:30 WIB
Profil Salahudin Warits Suami Inayah Wahid, Kaum Intelektual Muda Pengurus Ponpes Tertua di Sumenep
Salahudin A Warits, suami Inayah Wahid (Dok. SMA Annuqayah)

AKURAT. CO SUMSEL - Kabar bahagia datang dari keluarga besar almarhum Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Putri mantan Presiden ke-4 RI itu, yakni Inayah Wahid dikabarkan resmi dipersunting pengasuh muda (Lora) Muhammad Shalahuddin atau Lora Mamak dari lingkungan pesantren di Kabupaten Sumenep.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Mohammad Hosnan Nafie, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah, sekaligus Rektor Universitas Annuqayah Guluk-Guluk.

Baca Juga: Duel Panas Asia Tenggara: Ujian Juara Bertahan, Indonesia Ditantang Malaysia Sore Ini

Menurut Hosnan, pernikahan keduanya sebenarnya telah berlangsung pada awal tahun 2025, tepatnya pada 22 Rajab 1446 Hijriah, bertepatan dengan 22 Januari 2025.

Pernikahan digelar secara khidmat dan sederhana di kawasan Ciganjur dengan wali nikah Umar Wahid.

Kabar pernikahan Inayah Wahid dengan Lora Mamak ini mencuat usai video selamatan pernikahan keduanya beredar di media sosial.

Baca Juga: Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Investor Masuk atau Waspada?

Acara selamatan tersebut diketahui berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan Fathol Bari, bagian dari Ikatan Alumni Annuqayah (IAA), video tersebut memang sempat diunggah oleh pengasuh pesantren sebelum akhirnya menyebar luas di media sosial.

Lantas, siapa sosok Lora Mamak yang kini menjadi sorotan warganet?

Baca Juga: Susu UHT Langka di Sumsel, Pelaku UMKM F&B Tertekan

Berikut adalah rangkuman profil dan rekam jejak kariernya berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber.

Profil Salahudin Warits

Shalahuddin A. Warits merupakan pria kelahiran Sumenep pada 16 April 1982.

Baca Juga: Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Sumsel Petakan 12 Wilayah Rawan Karhutla

Ia juga merupakan salah satu pengasuh aktif di Ponpes Annuqayah Sumenep, Madura.

Pria yang juga akrab disapa Ra Mamak ini menempuh pendidikan dasarnya di lingkungan Annuqayah, kemudian ke MAK Tebuireng.

Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Al-Azhar University dengan fokus pada Bahasa Arab.

Baca Juga: Saat SBY Kirim AHY Jadi Pasukan Perdamaian Pertama ke Lebanon

Lora Mamak juga dikenal sebagai salah satu kaum intelek muda dengan catatan perjalanan studinya.

Lora Mamak pernah menempuh pendidikan di IAIN Sunan Ampel untuk mendapatkan gelar sarjananya.

Gelar magister dia raih dari Universitas Indonesia (UI), sementara pendidikan Doktor dia selesaikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca Juga: Siap-siap, Kemnaker Buka Lagi Pembinaan dan Sertifikasi K3 Gratis, Tersedia 2100 Kuota

Rekam Jejak Salahudin Warits

1. Dunia Akademik

Di dunia akademik, Ra Mamak dikenal sebagai salah satu dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) sejak 2015.

Selain aktif di lingkungan pesantren dan kampus, ia juga terlibat dalam organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama, khususnya dalam kepengurusan di wilayah Sumenep.

Baca Juga: Sinopsis dan Daftar Pemain Warung Pocong, Film Horor Komedi Terbaru Tayang 9 April 2026

2. Pernah Muncul di Panggung Politik

Nama Ra Mamak juga sempat menjadi perbincangan dalam dinamika politik Sumenep.

Ia pernah digadang-gadang maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep tahun 2020 sebagai calon bupati.

Baca Juga: Harga Karet Global Menguat di Awal April, Petani Diminta Jaga Kualitas Bokar

Saat itu, ia tercatat sebagai Ketua DPC PPP Sumenep.

Namun seiring dengan dinamika politik yang terjadi, Shalahuddin A. Warits urung melanjutkan langkahnya dalam ajang Pilkada tersebut.

3. Pengasuh Ponpes Tertua di Sumenep

Baca Juga: Wali Kota Palembang Minta Kadis PU Baru Turun Tangan Atasi Banjir di Sejumlah Titik

Salahudin Warits juga dikenal sebagai salah satu figur penting di lingkungan pesantren Annuqayah, yang merupakan pesantren tertua di Sumenep.

Diketahui, sebutan “Lora” yang melekat pada dirinya merupakan gelar kehormatan dalam tradisi Madura.

Gelar ini biasanya diberikan kepada anak kiai atau tokoh agama yang memiliki kedudukan terhormat di masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Palembang Minta Kadis PU Baru Turun Tangan Atasi Banjir di Sejumlah Titik

Kiai Mamak merupakan putra dari KH A Warits Ilyas, seorang ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Madura.

Dengan latar belakang keluarga pesantren, Kiai Mamak tumbuh dalam lingkungan pendidikan agama yang kuat sejak dini. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.