Sumsel

Kapolrestabes Palembang Penyebab Kapal Jukung Meledak di Sungai Musi Palembang, Begini Kronologinya

Deni Hermawan | 2 April 2024, 10:21 WIB
Kapolrestabes Palembang Penyebab Kapal Jukung Meledak di Sungai Musi Palembang, Begini Kronologinya

AKURAT.CO SUMSEL Kapal jukung bermuatan BBM jenis Pertalite dan Solar meledak di perairan Sungai Musi, Palembang, Senin (1/4/2024) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono dampingi Kasat Reskrim AKBP Haris Dinzah menjelaskan penyebab kebakaran sebuah kapal jukung ini bermula sedang melakukan pengisian BBM di SPBB Apung.

"Pada sekitar jam 6 sore atau waktu maghrib, SPBB ditutup. Kapal jukung tidak segera berlayar dan tetap berlabuh di tempat," jelasnya, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga: Kapal Jukung Diduga Meledak Dekat Jembatan Ampera Palembang 

Tiba-tiba, empat orang ABK ini mendengar ada ledakan hebat di sekitar perairan SPBB Apung di TKP.

“Ke empat orang langsung merasa ketakutan dan api semakin membesar, mendapat kabar saya bersama Kapolda Sumsel dan anggota langsung menuju TKP. Dari hasil olah TKP kami menemukan ada percikan api dari kayu dan jangkar yang meledak, hingga kayu serta jangkar tersebut terlempar ke SPBU,” katanya.

Baca Juga: Update! 1 Orang Meninggal dan 2 Orang Kritis Akibat Insiden Kapal Meledak Dekat Jembatan Ampera Palembang 

Akibat kejadian, ini 4 orang ABK mengalami luka bakar dan dua di antaranya kritis yakni Dedi dan Krisna, sedangkan Askolani meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Sedangkan Endut masih dalam pencarian.

Lanjutnya, namun anggotanya masih melakukan identifikasi untuk mengetahui penyebab pasti dan titik awal ledakan ini.

“Ini masih penelusuran sementara, anggota kami masih menyimpulkan bahwa sumber ledakan berada di dekat ujung SPBB,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui penyebab pasti dari ledakan tersebut.

“Kami terus melakukan penyelidikan terkait pemicu ledakan ini. Apakah ini murni kecelakaan atau ada kesalahan manusia yang terlibat. Itu yang masih kami dalami. Kapal jukung sudah hanyut menuju arah Pelabuhan Boom Baru dan api sudah padam,” ungkap Harry. (Wahyu)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto