Gubernur Sumsel Warning Anak Muda: Waspada Iming-Iming Kerja ke Luar Negeri

AKURAT.CO SUMSEL Kasus belasan pemuda asal Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang terlantar di Kamboja menjadi alarm keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja bergaji besar di luar negeri.
Video para pemuda tersebut viral di media sosial setelah mereka mengaku tidak memiliki ongkos untuk kembali ke Indonesia. Dalam rekaman itu, mereka memohon bantuan kepada Gubernur Sumsel dan Wali Kota Palembang agar difasilitasi untuk pulang ke Tanah Air.
Baca Juga: Gubernur Sumsel pastikan 15 Warga Palembang yang Terjebak di Kamboja Akan Segera Pulang
Para pemuda itu mengaku berangkat ke luar negeri karena dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi, bahkan disebut-sebut mencapai Rp12 juta per bulan.
Namun setibanya di Kamboja, pekerjaan yang dijanjikan tidak jelas. Mereka sempat diinformasikan akan bekerja di restoran, tetapi hingga kini tak pernah benar-benar dipekerjakan.
Gubernur Sumsel Herman Deru membenarkan adanya 15 warga Palembang yang mengalami situasi tersebut. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan mereka.
“Saya sudah telepon langsung. Ada yang berasal dari Tangga Buntung, Makrayu, Kertapati dan lainnya. Totalnya sekitar 15 orang,” ujar Herman Deru, Kamis (19/2/2026).
Saat ini, para pemuda tersebut telah mendapatkan penanganan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Kebutuhan makan dan minum mereka telah dipenuhi sembari menunggu proses administrasi pemulangan ke Indonesia.
Baca Juga: Viral Pemuda Sumsel Minta Dipulangkan dari Kamboja, Gubernur Gerak Cepat Telusuri
“Terima kasih kepada KBRI yang sudah mengurus mereka. Nanti akan dipulangkan menggunakan pesawat. Keluarga tidak perlu khawatir karena semuanya sudah ditangani,” kata Deru.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru memberikan peringatan tegas kepada generasi muda di Sumsel agar tidak mudah terbuai iming-iming gaji besar tanpa kejelasan pekerjaan dan prosedur resmi.
Menurutnya, tawaran kerja di luar negeri harus melalui jalur legal, memiliki kontrak yang jelas, serta sesuai dengan kompetensi calon pekerja.
“Jangan mudah tergiur gaji besar tanpa ditanya kemampuan apa dan pekerjaan apa yang jelas. Harus berhati-hati agar tidak menjadi korban,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









