Sumsel

Guru SMP di Palembang Diduga Sekap dan Ancam Rekannya dengan Senpi, Kadisdik: Kami Investigasi!

Maman Suparman | 4 Februari 2025, 17:00 WIB
Guru SMP di Palembang Diduga Sekap dan Ancam Rekannya dengan Senpi, Kadisdik: Kami Investigasi!

AKURAT.CO SUMSEL Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ardianus Amri, akhirnya angkat bicara terkait dugaan penyekapan dan ancaman pembunuhan yang dilakukan seorang guru olahraga di SMP Negeri 1 Palembang terhadap rekan seprofesinya.

Ia memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah dan tengah melakukan investigasi mendalam.

"Saya sudah menghubungi kepala sekolah, namun saat ini beliau masih memenuhi panggilan penyidik Polsek Ilir Barat (IB) I Palembang," ujar Ardianus Amri saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (4/2/2025).

Lebih lanjut, Ardianus menuturkan bahwa pihaknya telah menunjuk Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menyelidiki kasus ini secara mendalam.

"Kami sudah menugaskan Kepala Bidang SMP untuk melakukan investigasi guna memastikan kebenaran kejadian tersebut," tambahnya.

Ardianus menegaskan, jika oknum guru tersebut terbukti melakukan perbuatan tersebut, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Guru SMP di Palembang Disekap dan Diancam dengan Pistol, Begini Kronologinya

"Apabila terbukti bersalah, kami akan menjatuhkan sanksi disiplin yang akan diproses melalui Dewan Kegiatan Hukuman Disiplin," tegasnya.

Sebelumnya, seorang guru bernama Marlita Yuana (55) melaporkan telah mengalami penyekapan dan ancaman pembunuhan oleh rekannya sendiri yang berinisial TT (30), seorang guru olahraga di SMP Negeri 1 Palembang. Kejadian ini terjadi pada Selasa (4/2/2025) pagi, saat korban tiba di sekolah sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut keterangan korban, pelaku tiba-tiba mengajaknya masuk ke ruang guru, kemudian mengunci serta mengganjal pintu agar tidak bisa keluar.

“Saya dikurung sejak pukul 06.00 WIB, pintu diganjal, dan dia terus mengintimidasi saya. Bahkan, dia mengancam akan membunuh saya,” ujar Marlita saat diwawancarai.

Tak hanya kali ini, korban mengaku telah beberapa kali diteror oleh pelaku sebelum insiden tersebut. Bahkan, dalam satu kesempatan, pelaku diduga sempat mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya ke korban.

“Dia pernah mengancam saya dengan pistol. Saya memiliki bukti foto, tetapi saat itu ada rekan yang menghalanginya,” ungkapnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia