Kabar Gembira, Songket 100 Th yang Dikembalikan WN Australia Sudah Hadir di Museum SMB II Palembang

AKURAT. CO SUMSEL - Kabar gembira bagi pecinta songket Palembang.
Songket Limar Bunga Cogan dengan benang emas yang diserahkan Mr. Pete Muskens ke Palembang pada Oktober 2025 kini sudah bisa disaksikan di Museum Kota Palembang Sultan Mahmud Badaruddin II.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang melalui akun Instagram resminya @kebudayaanpalembang pada Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Tiga Tahun Terakhir, Asupan Energi Orang Sumsel Stabil di Atas Standar
Songket Limar Bunga Cogan sendiri merupakan jenis songket kuno dan langka dari Palembang.
Kain tenunannya halus dengan benang. Dulunya, kain ini khusus digunakan untuk kalangan para bangswan.
Selain nilai historisnya yang tinggi, Songket Limar Bunga Cogan juga memiliki cerita yang menarik.
Baca Juga: Tahun 2025, Penduduk Sumsel Tanpa Ijazah Capai 11,67 Persen
Dimana kain ini disebut 'merantau' oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa lantaran kain ini sebelumnya dibawa oleh seorang warga negara asing Australia bernama Mr Pete Muskens.
Pada 29 Oktober 2025 lalu, ia menyerahkan kembali kain ini ke Palembang dan diterima langsung oleh Ratu Dewa di Rumah Dinas Wali Kota Palembang.
Asal Muasal Kain Somgket di Tangan Pete
Baca Juga: Ramadan Tiba, Program Makan Bergizi Gratis Diubah Jadi Menu Berbuka hingga Makanan Tahan Lama
Pete mengaku mendapatkan kain tenun tersebut dari ayahnya, seorang pengacara asal Belanda yang pernah tinggal di Indonesia antara tahun 1945 hingga 1951.
Pete Muskens menjelaskan kain tenun khas Palembang yang berusia satu abad ini didapatkan dari seorang pilot sebagai pelunasan utang.
Sejak itu, sang ayah menyimpan kain tersebut di loteng rumah.
Baca Juga: Nilai Tukar Petani 2025 Berfluktuasi, Pekebun Tetap Nikmati Daya Beli Terkuat
Sesekali kain yang berarti bagi warga Palembang ini pernah dijadikan sebagai taplak meja oleh keluarga Muskens karena mereka tidak mengetahui asal-usul tenun Palembang tersebut.
Cerita Kepulangan Songket Bunga Limar Cogan Palembang
Perjalanan pengembalian Songket Limar Bunga Cogan Palembang ketika Pete Muskens berkunjung ke Sumatera Barat pada Mei 2025 lalu.
Baca Juga: Manfaat Genteng Karet untuk Konstruksi Bangunan dan Upaya Hilirisasi Karet di Sumsel
Tiba di salah satu museum, ia melihat kain yang serupa miliknya, yang tak lain adalah Songket Bunga Limar Cogan.
Karena penasaran, ia pun memutuskan menelusuri lebih detail tentang kain tersebut melalui internet.
Hingga akhirnya, Pete menemukan informasi bahwa songket yang ada di rumahnya itu berasal dari Kota Palembang.
Pete lalu mencari kontak petugas Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan berkomunikasi lewat Zoom, hingga akhirnya Pete memutuskan untuk menyerahkan kain tersebut kepada Pemerintah Kota Palembang.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









