Antisipasi Cuaca Ekstrem, Sumsel Perketat Pengawasan Destinasi Wisata Jelang Nataru

Disbudpar Sumsel menegaskan bahwa aspek keselamatan pengunjung kini menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan agar geliat pariwisata tetap tumbuh positif tanpa mengabaikan faktor keamanan di lapangan.
Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Sumsel, Vita Sandra, mengungkapkan bahwa meskipun lima daerah wisata unggulan saat ini berstatus siaga bencana, pihaknya optimis akan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan.
Baca Juga: Delapan Daerah di Sumsel Segera Umumkan Besaran UMK dan UMSK 2026
“Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, kenaikan kunjungan bisa menembus angka 50 persen. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan setiap wisatawan merasa aman meski kondisi cuaca sedang tidak menentu,” ujar Vita Sandra, Senin (22/12/2025).
Beberapa wilayah yang menjadi magnet wisata seperti Pagar Alam, Ogan Komering Ulu (OKU), Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Banyuasin kini berada dalam pantauan ketat. Kawasan-kawasan ini, terutama yang berbasis wisata alam, dinilai memiliki risiko tinggi terhadap bencana banjir dan tanah longsor saat curah hujan tinggi.
Vita menekankan bahwa tidak ada kompromi terkait keselamatan nyawa wisatawan. Jika deteksi dini menunjukkan adanya potensi bahaya, pengelola wajib menghentikan operasional sementara dan memberikan informasi yang transparan kepada publik.
“Keselamatan tetap menjadi garis merah. Destinasi harus ditutup sementara jika situasi tidak memungkinkan, dan hal itu harus segera diumumkan secara terbuka,” tegasnya.
Penerapan sistem ini dilaporkan sudah mulai berjalan di kawasan Gunung Dempo, Pagar Alam.
Pihak pengelola secara rutin memantau cuaca dan akan langsung menghentikan aktivitas pendakian maupun menutup area yang rawan licin jika hujan ekstrem terjadi, demi menjamin keamanan para pendaki dan pelancong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









