Kronologi Dua Buruh Tewas di Sumur Muara Enim, Berawal dari Rekan Pingsan

AKURAT.CO SUMSEL Dua buruh harian, Heriyanto (42) dan Agustinus (40), meninggal dunia setelah diduga menghirup gas beracun saat berada di dalam sumur di Desa Muara Lawai, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (10/10/2026).
Keduanya awalnya hendak memperbaiki sumber air yang mulai surut di dalam sumur. Namun, pekerjaan tersebut berujung tragis setelah Heriyanto pingsan ketika mencapai dasar sumur. Agustinus yang berusaha menolong rekannya juga kehilangan kesadaran.
Kasatreskrim Polres Muara Enim, AKP Muhammad Andrian, mengatakan kedua korban diduga mengalami sesak napas akibat menghirup gas beracun di dalam sumur.
"Kedua korban diduga menghirup gas beracun hingga mengalami sesak dan meninggal dunia," kata Andrian, Senin (12/10/2026).
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.00 WIB ketika Heriyanto turun ke dalam sumur menggunakan tali untuk memperbaiki saluran air dengan bantuan pipa paralon. Setibanya di dasar sumur, ia tiba-tiba pingsan.
Baca Juga: Hendak Selesaikan Masalah dengan Teman, Siswi 16 Tahun di Palembang Diduga Dikeroyok 5 Orang
Adik dan anak Heriyanto, M. Feri Andika (41) dan Muhammad Fajrianto (20), yang berada di lokasi berusaha memegang tali sambil meminta pertolongan.
Agustinus kemudian datang setelah mendengar teriakan tersebut. Ia berinisiatif turun ke dalam sumur untuk membantu Heriyanto. Namun, saat mencapai dasar sumur dan hendak menolong rekannya, Agustinus juga pingsan.
Melihat kejadian itu, para saksi meminta bantuan pemilik rumah, Munajat. Selanjutnya, petugas pemadam kebakaran dan Bhabinkamtibmas dihubungi untuk membantu proses evakuasi.
Informasi tersebut kemudian diteruskan ke SPKT Polres Muara Enim. Petugas kepolisian bersama tim pemadam kebakaran, Basarnas, dan tim penyelamat PT Bukit Asam dikerahkan ke lokasi.
Kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam sumur sekitar pukul 12.50 WIB. Mereka kemudian dibawa ke RS Rabain Muara Enim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan kepolisian, terdapat dugaan gas beracun di dalam sumur. Namun, penyebab pasti kematian kedua korban belum terkonfirmasi.
Pihak keluarga menolak pelaksanaan visum et repertum dan autopsi serta menyatakan bersedia membuat surat pernyataan. Jenazah kedua korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Andrian mengimbau masyarakat agar memperhatikan keselamatan ketika melakukan pekerjaan di dalam sumur. Ia juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi risiko gas berbahaya di ruang terbatas untuk mencegah kejadian serupa.
Baca Juga: Tak Tahan Kerap Dianiaya Suami, Wanita Muda di Palembang Lapor Polisi
"Perlu edukasi kepada masyarakat dan imbauan untuk tidak menggali sumur secara manual. Karena, dikhawatirkan terjadi kasus serupa," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 2Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 3Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 4Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
- 5BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Sumsel Akan Dilanda Hujan Hari Ini
- 6Sinopsis dan Daftar Pemain Bapak Paling Jujur, Tayang Mulai 15 Oktober 2026
- 75 Ramalan Zodiak Akhir Pekan, Saatnya Bersantai dan Menata Kembali Prioritas
- 815 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang, Ini Rute Keberangkatan dan Kedatangan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu



