Sumsel

Video Santri dengan Mata Lebam Viral, Polda Sumsel Periksa Dugaan Penganiayaan di Ponpes

Kurnia | 8 Agustus 2026, 17:15 WIB
Video Santri dengan Mata Lebam Viral, Polda Sumsel Periksa Dugaan Penganiayaan di Ponpes
Video Santri dengan Mata Lebam Viral, Polda Sumsel Periksa Dugaan Penganiayaan di Ponpes

AKURAT.CO SUMSEL Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di kawasan Jakabaring, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan, tengah ditangani Polda Sumsel.

Kasus tersebut mencuat setelah ayah korban mengunggah video yang memperlihatkan kondisi anaknya dengan bagian mata lebam ke media sosial.

Dalam video itu, ayah korban juga memperlihatkan sosok yang disebut sebagai pihak yang diduga melakukan kekerasan.

Selain mengunggah video, orangtua korban telah membuat laporan resmi ke Polda Sumsel. Laporan tersebut dibuat Lukmanul Hakim (42) pada 2 Agustus 2026 dan kini ditangani Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Ditres PPA) dan PPO Polda Sumsel.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumsel Kombes Pol Andes Purwanti mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah pihak terkait dugaan penganiayaan tersebut.

“Laporan sudah masuk Subdit II yang menangani kasusnya dan sudah dilakukan pemeriksaan. Anggota juga sudah ke TKP kemarin,” ujar Andes, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga: Dua Warga Tewas Tenggelam di Sungai Baung OKI, Satu Korban Berusaha Menolong

Berdasarkan laporan yang dibuat orangtua korban, dugaan penganiayaan terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 16.20 WIB.

Saat itu, pihak ponpes sedang menggelar kegiatan tasyakuran. Terlapor berinisial D disebut meminta korban RFA alias A bersama seorang temannya masuk ke masjid untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam laporan tersebut disebutkan, terlapor kemudian marah dan menampar teman korban.

Korban yang melihat kejadian itu kemudian diduga dianggap menantang terlapor. Terlapor disebut sempat menegur korban.

Korban kemudian menjawab bahwa dirinya tidak menantang. Namun, berdasarkan keterangan dalam laporan, korban selanjutnya diduga dipukul sebanyak dua kali hingga mengenai bagian mata.

Korban kemudian terduduk dan dibawa ke kamar. Setelah kejadian tersebut, korban menceritakan apa yang dialaminya kepada orangtuanya.

Perkara tersebut kini masih dalam proses penanganan kepolisian. Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.

Selain memeriksa dugaan tindak kekerasan, polisi juga memperhatikan kondisi psikologis korban.

Andes mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) untuk melakukan pemeriksaan psikologis terhadap korban.

Pemeriksaan tersebut dijadwalkan dilakukan dalam pekan ini.

“Untuk traumanya kami sudah koordinasi dengan UPTD PPA dicek psikologinya. InsyaAllah dalam minggu ini akan dicek,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia