Sumsel

Sumsel Dilanda Hari Tanpa Hujan, Wilayah Ogan Ilir Tercatat 60 Hari Tak Diguyur Hujan

Kurnia | 26 Agustus 2026, 16:44 WIB
Sumsel Dilanda Hari Tanpa Hujan, Wilayah Ogan Ilir Tercatat 60 Hari Tak Diguyur Hujan
Ilustrasi - Cuaca panas terik dan lembab diprediksi terjadi di wilayah Jabaodetabek hari ini.

AKURAT.CO SUMSEL Sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami periode hari tanpa hujan (HTH) dalam durasi cukup panjang. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada wilayah yang tidak mengalami hujan hingga 60 hari.

Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan, HTH terpanjang tercatat di Pos Hujan Muara Kuang, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir.

"HTH terpanjang 60 hari terjadi di Pos Hujan Muara Kuang, Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir," ujar Wandayantolis, Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi hari tanpa hujan di Sumsel cukup beragam. Namun, sebagian besar wilayah berada dalam kategori HTH panjang, yakni selama 21-30 hari.

Kondisi tersebut menunjukkan sebagian wilayah Sumsel tengah mengalami periode kering yang cukup panjang.

Baca Juga: Ragam Tuntutan Demo 27 Agustus 2026 di Jakarta, Ada 4 Kelompok Bawa Suara Berbeda

BMKG mencatat HTH sangat pendek atau 1-5 hari terjadi di sejumlah wilayah. Di antaranya bagian tengah OKU Selatan, OKU bagian tengah, Pagar Alam bagian barat, Lahat bagian tengah, serta Empat Lawang bagian utara dan barat.

Kondisi serupa juga terjadi di Mura bagian tengah, Muratara bagian utara, Muba bagian utara dan selatan, Muara Enim bagian utara, serta OKI bagian barat.

Sementara itu, HTH kategori menengah atau 11-20 hari tercatat di sebagian besar Lubuk Linggau, Empat Lawang bagian timur, Lahat bagian timur dan barat, serta Pagar Alam bagian utara.

Wilayah lainnya meliputi Muara Enim bagian timur, OKU Selatan bagian utara, Banyuasin bagian selatan dan Palembang bagian utara.

Adapun HTH kategori sangat panjang, yakni 31-60 hari, terjadi di Banyuasin bagian selatan, Muba bagian barat, PALI bagian barat, Muara Enim bagian utara, serta Ogan Ilir bagian tengah.

Kategori tersebut juga ditemukan di OKI bagian selatan, sebagian wilayah OKU, serta OKU Timur bagian utara dan selatan.

Meski demikian, hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel bagian selatan berdasarkan pembaruan terakhir BMKG.

Baca Juga: Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka, Pendaftaran Dimulai 25 Agustus

Memasuki dasarian III Agustus, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Sumsel memiliki peluang lebih dari 80 persen mengalami curah hujan rendah, yakni 0-50 milimeter.

Khusus wilayah Sumsel bagian tengah hingga timur, curah hujan diprediksi berada di bawah 20 milimeter dengan peluang lebih dari 70 persen.

Sejumlah wilayah memiliki peluang mengalami curah hujan menengah 50-100 milimeter, antara lain sebagian Muratara bagian barat, Mura bagian barat, Lahat bagian selatan, Pagar Alam, Muara Enim bagian selatan, serta OKU Selatan bagian barat.

Wandayantolis mengatakan secara umum seluruh wilayah Sumsel pada dasarian III Agustus diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah.

Sifat hujan juga diperkirakan didominasi kondisi bawah normal.

"Penurunan curah hujan terjadi di sebagian besar wilayah Sumsel, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah titik panas," jelasnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kondisi kering tersebut, terutama di wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Potensi terjadinya cuaca ekstrem akibat dari penurunan curah hujan perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terkini dari BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan karhutla," imbuh Wandayantolis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia