251 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Terbanyak Ada di OKI dan Muba

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) melonjak hingga 251 titik. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang 2026 dan tersebar di 14 kabupaten/kota.
Dari 251 hotspot tersebut, sebanyak 181 titik berada di lahan mineral dan 70 titik lainnya terdeteksi di kawasan gambut.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba) menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak.
"Hotspot di Sumsel hingga pagi tadi tercatat sebanyak 251 titik. Ini merupakan angka tertinggi sepanjang tahun 2026," ujar Sudirman.
Di OKI terdapat 54 hotspot, dengan 23 titik berada di lahan gambut. Sementara Muba mencatat 51 titik, termasuk 29 titik di kawasan gambut.
Baca Juga: Kapolrestabes Palembang Ganti Tiga Pejabat Utama, Pelayanan Publik Jadi Sorotan
Hotspot juga terdeteksi di sejumlah wilayah lainnya. Muara Enim mencatat 28 titik, Ogan Ilir 21 titik, Banyuasin 20 titik, dan Lahat 20 titik.
Selanjutnya, OKU Timur memiliki 11 titik, Muratara dan OKU Selatan masing-masing 10 titik, OKU sembilan titik, Musi Rawas delapan titik, serta Empat Lawang dan PALI masing-masing empat titik. Sementara di Kota Palembang terpantau satu hotspot.
Lonjakan tersebut menjadi perhatian BPBD Sumsel karena wilayah Sumsel saat ini memasuki periode puncak musim kemarau. Kondisi lahan yang semakin kering membuat potensi muncul dan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tinggi.
Sebelumnya, jumlah hotspot tertinggi pada 2026 tercatat pada Jumat (7/8/2026), yakni sebanyak 241 titik yang tersebar di 12 daerah.
Meski jumlahnya meningkat, Sudirman mengingatkan bahwa kemunculan hotspot tidak otomatis berarti telah terjadi kebakaran. Titik panas merupakan indikator awal yang tetap harus diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan.
"Hotspot tidak serta-merta menandakan telah terjadi kebakaran. Titik panas merupakan indikator awal yang harus diverifikasi," katanya.
Menurut Sudirman, tingginya aktivitas hotspot tetap perlu diwaspadai. Terlebih, kondisi vegetasi dan lahan yang kering dapat membuat api lebih cepat berkembang apabila tidak segera ditangani.
BPBD Sumsel pun terus memantau perkembangan hotspot dan melakukan koordinasi untuk memastikan setiap titik yang terdeteksi dapat segera diverifikasi.
Sepanjang Agustus 2026 hingga Senin (10/8), jumlah hotspot di Sumsel tercatat telah mencapai 1.242 titik.
Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas titik panas di Sumsel selama periode puncak musim kemarau. Kondisi ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 2BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 5Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 7Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini, Ada yang Dapat Peluang Baru hingga Harus Waspada Pengeluaran
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









