Harga Karet Sumsel Naik Lagi, Kini Rp39.076 per Kg dan Berpeluang Tembus Rp40 Ribu

AKURAT.CO SUMSEL Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan tren positif pada awal pekan. Harga karet kadar karet kering (KKK) 100 persen pada Senin (10/8/2026) naik tipis Rp66 per kilogram menjadi Rp39.076 per kilogram.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif setelah harga karet kembali melewati level psikologis Rp39 ribu per kilogram pada perdagangan Jumat pekan lalu.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel, Rudi Aprian, mengatakan kenaikan harga tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam momentum positif meski pergerakannya relatif terbatas.
Menurutnya, harga karet Sumsel saat ini mengacu pada pergerakan harga karet SGX-SICOM yang berada di level 219 sen dolar per kilogram.
"Pergerakan dari Jumat ke Senin membentuk pola penguatan, penguatan tipis, yang menunjukkan momentum positif masih terjaga memasuki pekan baru," ujar Rudi.
Rudi menilai posisi harga yang mampu bertahan di atas Rp39 ribu menjadi sinyal positif bagi petani karet. Tekanan jual dinilai belum cukup kuat untuk kembali membawa harga ke bawah level tersebut.
Baca Juga: Polisi Nyambi Jadi Ojek, Antar Penumpang Malah Diserang dan Motor Dirampas
Jika kondisi tersebut bertahan, harga karet masih memiliki peluang untuk kembali naik dan menguji level Rp39.500 hingga Rp40 ribu per kilogram.
"Jika harga mampu dipertahankan, maka peluang harga untuk bergerak lebih tinggi dan kembali menguji kisaran Rp39.500-Rp40 ribu per kilogram tetap terbuka," jelasnya.
Daftar Harga Karet Sumsel
Selain KKK 100 persen yang berada di level Rp39.076 per kilogram, harga karet berdasarkan kadar kering lainnya juga tercatat sebagai berikut:
KKK 70 persen: Rp27.353 per kilogram
KKK 60 persen: Rp23.446 per kilogram
KKK 50 persen: Rp19.538 per kilogram
KKK 40 persen: Rp15.630 per kilogram
KKK 30 persen: Rp11.723 per kilogram
Di tengah pergerakan harga yang mulai menguat, Rudi mengingatkan petani untuk tetap memperhatikan kualitas bahan olah karet (bokar).
Menurutnya, kualitas bokar menjadi salah satu faktor penting agar petani dapat memperoleh harga jual yang optimal.
"Menjaga mutu bokar tetap menjadi kunci agar petani memperoleh harga jual yang optimal," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 2BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini, Ada yang Dapat Peluang Baru hingga Harus Waspada Pengeluaran
- 7Bansos PKH dan BPNT September 2026 Resmi Cair, Cek Besaran Nominalnya
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Hadapi 3 Laga
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









