Sumsel

Harga Karet Sumsel Turun Rp396 per Kg, Bertahan di Level Tinggi Rp38.578

Kurnia | 22 Juli 2026, 20:00 WIB
Harga Karet Sumsel Turun Rp396 per Kg, Bertahan di Level Tinggi Rp38.578

AKURAT.CO SUMSEL Harga karet di Sumatera Selatan kembali mengalami koreksi pada perdagangan pertengahan Juli 2026.

Meski turun Rp396 per kilogram, pelaku usaha menilai harga karet masih berada di level yang cukup kuat dan tetap menguntungkan bagi petani.

Berdasarkan kurs Rp17.819 per dolar Amerika Serikat, harga karet kadar kering (KKK) 100 persen pada Rabu (22/7/2026) tercatat sebesar Rp38.578 per kilogram, turun dari posisi sehari sebelumnya yang mencapai Rp38.974 per kilogram.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan pelemahan harga merupakan bagian dari dinamika pasar yang saat ini masih berada dalam fase konsolidasi.

"Setelah mengalami rebound pada perdagangan Selasa, harga karet SGX-Sicom kembali terkoreksi di pertengahan pekan. Meski turun, harga masih mampu bertahan di kisaran Rp38 ribu per kilogram," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Musim Kemarau, Debit Air Sejumlah Sungai di Sumsel Menyusut, Sungai Musi Turun hingga 1,27 Meter

Menurut Rudi, pergerakan harga selama beberapa hari terakhir menunjukkan pasar masih diwarnai tarik-menarik antara tekanan jual dan minat beli. Kondisi tersebut membuat harga bergerak fluktuatif, namun belum menunjukkan tren penurunan yang tajam.

Ia menilai bertahannya harga di atas Rp38 ribu per kilogram menjadi sinyal bahwa pasar masih memiliki fondasi yang cukup kuat.

"Koreksi ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi. Pergantian antara penguatan dan pelemahan merupakan hal yang wajar, namun level harga saat ini masih tergolong kuat," katanya.

Perdagangan Akhir Pekan Jadi Penentu

Rudi menjelaskan, pola perdagangan sepanjang pekan ini membentuk siklus koreksi, menguat, lalu kembali melemah. Karena itu, pergerakan harga pada Kamis dan Jumat diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.

Menurutnya, apabila tekanan jual mulai berkurang dan permintaan kembali meningkat, harga karet berpotensi menguat. Sebaliknya, jika tekanan pasar masih berlanjut, fase konsolidasi diperkirakan masih akan terjadi.

"Pergerakan pada dua hari terakhir pekan ini akan menentukan apakah harga kembali menguat atau tetap bergerak dalam fase konsolidasi," jelasnya.

Petani Diminta Jaga Kualitas Bokar

Di tengah fluktuasi harga, Apkarindo mengingatkan petani untuk tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar). Mutu bokar dinilai menjadi faktor penting yang menentukan harga jual di tingkat pabrik.

Baca Juga: Gudang Rongsokan di Gandus Palembang Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta

Rudi menegaskan, meski harga pasar mengalami naik turun, petani tetap memiliki peluang memperoleh harga yang baik apabila mampu menjaga kualitas hasil sadapan.

"Fluktuasi harga masih akan terjadi. Namun selama kualitas bokar tetap terjaga, petani masih berpeluang mendapatkan harga jual yang optimal," pungkasnya.

Daftar harga karet berdasarkan kadar kering (KKK):

  • KKK 100 persen: Rp38.578/kg

  • KKK 70 persen: Rp27.005/kg

  • KKK 60 persen: Rp23.147/kg

  • KKK 50 persen: Rp19.289/kg

  • KKK 40 persen: Rp15.431/kg

  • KKK 30 persen: Rp11.573/kg

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia