20 Ribu Akun Teridentifikasi dalam Komunitas LGBT Daring, Pemprov Sumsel Perkuat Pendampingan

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai memperkuat langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat setelah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel menemukan sekitar 20 ribu akun yang teridentifikasi berada dalam komunitas LGBT melalui pemetaan sejumlah grup percakapan daring.
Temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena dinilai menunjukkan semakin aktifnya interaksi kelompok tertentu di ruang digital yang sulit dipantau secara langsung.
Kepala Dinas PPPA Sumsel, M. Zaki Aslam, mengatakan perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat, termasuk komunitas yang membangun jaringan melalui platform digital.
"Ini menjadi persoalan yang perlu disikapi bersama. Perlu keterlibatan semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, masyarakat, dan media untuk memberikan edukasi yang tepat," kata Zaki usai , Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: Ratu Dewa Ajak Anak Muda Tak Lupakan Akar Budaya Lewat Festival Palembang Darussalam 2026
Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada pendataan, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah pencegahan melalui pendekatan edukatif dan pendampingan kepada masyarakat, terutama kelompok usia muda.
Dinas PPPA mencatat, selain hasil pemetaan komunitas daring, terdapat 316 kasus yang telah masuk dalam pendataan pemerintah dan tercatat menjalani penanganan melalui layanan kesehatan.
Meski demikian, Zaki mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan stigma ataupun perlakuan diskriminatif terhadap kelompok yang terdata tersebut.
Ia menilai sikap negatif justru dapat membuat mereka semakin tertutup dan sulit dijangkau oleh program-program pendampingan yang disiapkan pemerintah.
"Mereka tetap bagian dari masyarakat yang harus mendapatkan pendekatan yang baik. Jangan sampai stigma membuat mereka menjauh dari lingkungan sosial maupun program pendampingan," ujarnya.
Karena itu, Pemprov Sumsel akan memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan pembinaan anak. Orang tua juga diimbau lebih aktif memantau aktivitas anak di ruang digital serta membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga.
Selain keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat juga diharapkan berperan dalam menciptakan ruang sosial yang sehat bagi anak dan remaja.
Menurut Zaki, pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan aspek kesehatan, psikologi, pendidikan, dan keagamaan secara seimbang tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.
"Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi dan pendampingan. Yang paling penting adalah bagaimana keluarga hadir dan menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk bertumbuh," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 2BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 6Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 7Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini, Ada yang Dapat Peluang Baru hingga Harus Waspada Pengeluaran
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








