157 Karhutla Terjadi di Sumsel, PALI Jadi Zona Merah dengan 43 Kasus

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di berbagai wilayah hingga pertengahan Juni 2026.
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak dan ditetapkan sebagai zona merah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan PALI mencatat 43 kejadian karhutla, tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan.
"Hingga pertengahan Juni 2026, terdapat 157 kejadian karhutla yang tercatat di Sumsel. PALI menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 43 kasus, sehingga masuk kategori zona merah," kata Sudirman, Selasa (16/6/2026).
Selain PALI, BPBD juga menetapkan tiga daerah dalam kategori zona oranye, yaitu Kabupaten Muara Enim, Musi Banyuasin (Muba), dan Musi Rawas Utara (Muratara). Muara Enim mencatat 22 kejadian, Muba 21 kejadian, dan Muratara 16 kejadian.
Baca Juga: Semarak Malam 1 Muharram, Puluhan Warga Kuto Palembang Gelar Pawai Obor
Menurut Sudirman, status zona oranye diberikan kepada daerah yang mencatat lebih dari 16 kejadian karhutla, namun belum mencapai 30 kejadian.
Sementara itu, sejumlah daerah lain masih berada dalam kategori zona kuning karena jumlah kejadian karhutla yang tercatat masih di bawah 15 kasus. BPBD mencatat hanya Kabupaten Empat Lawang, Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang hingga saat ini belum menerima laporan kejadian karhutla.
BPBD Sumsel terus meningkatkan langkah antisipasi seiring meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau. Upaya yang dilakukan antara lain patroli rutin di wilayah rawan, pemantauan titik panas (hotspot), serta sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Selain itu, pemerintah daerah bersama perusahaan dan masyarakat diminta memperkuat upaya pencegahan guna menekan potensi bertambahnya kejadian karhutla di berbagai wilayah Sumatera Selatan.
BPBD berharap kolaborasi seluruh pihak dapat membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat saat musim kemarau berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2 Kali Hari Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 3Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 4BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok Hari Ini, Termurah Tembus Rp13,5 Juta per Suku
- 6Daftar 28 Perusahaan dalam Job Fair Sumsel 2026, Ada Ritel Sampai Keuangan
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal dan Besaran Bantuannya di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








