Sumsel

Inovasi Warga Plaju, Alat Perebah Sapi Permudah dan Percepat Proses Kurban

Deny Wahyudi | 27 Mei 2026, 15:29 WIB
Inovasi Warga Plaju, Alat Perebah Sapi Permudah dan Percepat Proses Kurban
Inovasi Warga Plaju, Alat Perebah Sapi Permudah dan Percepat Proses Kurban

AKURAT.CO SUMSEL Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di kawasan RW 03, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, menghadirkan inovasi menarik dalam proses penyembelihan hewan kurban.

Warga setempat memanfaatkan alat perebah sapi untuk mempermudah sekaligus mempercepat proses pemotongan.

Usai pelaksanaan salat Id, sebanyak 51 panitia kurban dari RT 8, 9, 10, dan 11 langsung bersiap melakukan penyembelihan di halaman Musala Darul Hasanah, Lorong Sidokaton, Rabu (27/5/2026) pagi.

Yang menjadi sorotan, panitia menggunakan alat perebah sapi—sebuah inovasi sederhana yang telah dikembangkan warga sejak lima tahun terakhir. Alat ini disebut-sebut menjadi satu-satunya yang digunakan di wilayah Kecamatan Plaju.

Secara teknis, sapi terlebih dahulu digiring masuk ke dalam alat berbentuk menyerupai kandang berukuran sekitar 1x2 meter. Setelah itu, bagian kaki, badan, dan kepala diikat untuk memastikan hewan tetap dalam posisi aman.

Selanjutnya, salah satu sisi kandang direbahkan, sehingga sapi dapat diposisikan dengan mudah untuk proses penyembelihan.

Ketua Musala Darul Hasanah, Ustadz Sri Suryono, mengatakan inovasi ini sangat membantu panitia, terutama dalam mengurangi tenaga dan risiko cedera saat membaringkan sapi.

“Dengan alat ini, prosesnya jauh lebih cepat dan aman. Tidak perlu banyak tenaga, hanya beberapa orang saja sapi sudah siap disembelih dalam hitungan menit,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan alat tersebut juga dinilai lebih ramah terhadap hewan karena meminimalkan potensi sapi terjatuh atau terluka saat proses perebahan.

Baca Juga: Panitia Kurban Tewas Tenggelam di Anak Sungai Musi, Diduga Terpeleset Saat Cuci Babat

Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, panitia Musala Darul Hasanah menyembelih lima ekor sapi dan sembilan ekor kambing. Daging kurban tersebut kemudian didistribusikan kepada ratusan warga melalui 481 kupon yang telah dibagikan sebelumnya.

Selain menjadi solusi teknis, program arisan kurban yang dijalankan warga juga dinilai mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk berkurban secara kolektif.

“Inovasi alat dan program arisan ini diharapkan bisa terus berjalan, sehingga semakin banyak warga yang terbantu untuk berkurban setiap tahunnya,” tutupnya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia