Distribusi Blangko Validasi Kendaraan Digencarkan, Pemkot Palembang Kejar Optimalisasi PAD

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang mulai mengakselerasi pendataan kendaraan bermotor guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Upaya ini ditandai dengan pembukaan kegiatan distribusi blangko verifikasi dan validasi data kendaraan bermotor oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, di Ruang Rapat Parameswara, Selasa (28/4/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari sinergi antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan pemerintah kabupaten/kota.
Di Palembang, pelaksanaannya melibatkan camat dan lurah sebagai garda terdepan dalam proses pendataan di lapangan.
Ratu Dewa menegaskan, optimalisasi pajak kendaraan tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan.
“Ini bukan pekerjaan satu instansi saja. Perlu dukungan bersama, termasuk dari camat dan lurah sebagai ujung tombak di wilayah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, jumlah kendaraan bermotor di Palembang diperkirakan mencapai 1,7 juta unit.
Namun, tingkat kepatuhan wajib pajak dinilai masih belum maksimal, sehingga diperlukan langkah percepatan melalui validasi dan pembaruan data.
“Potensi kita besar, tapi belum tergarap optimal. Karena itu, pendataan ini harus kita dorong bersama,” katanya.
Selain itu, Ratu Dewa juga menekankan pentingnya peran aparatur pemerintah sebagai contoh bagi masyarakat dalam hal kepatuhan membayar pajak.
“Kalau kita ingin masyarakat patuh, kita harus lebih dulu memberi teladan,” tegasnya.
Baca Juga: Gaji ke-13 Pensiunan PNS Cair 2026, Ini Jadwal dan Besaran yang Perlu Diketahui
Pelaksanaan program pendataan ini ditargetkan berlangsung hingga 31 Mei 2026, disertai evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Sumatera Selatan, Achmad Rizwan, menyebutkan bahwa akurasi data menjadi faktor utama dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.
“Data yang valid akan membantu kita menggali potensi secara maksimal. Ini penting untuk meningkatkan PAD,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak kendaraan juga menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Dengan basis data yang kuat, daerah bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada transfer dari pusat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








