Pemprov Sumsel Gelar Rapat Koordinasi untuk Pencegahan dan Mitigasi Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan rapat koordinasi pengendalian kebakaran hutan, kebun dan lahan yang ada di Sumsel, Jumat (6/9/2024).
Dalam rapat tersebut membahas kondisi kebakaran saat ini maupun evaluasi hingga langkah-langkah mitigasi yang harus terus dilakukan.
Plh. Kalaksa BPBD Sumsel, Aksoni mengatakan rapat ini fokus pada strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan, seiring dengan prediksi BMKG yang memperingatkan potensi kebakaran yang meningkat dan seluruh sumber daya harus dialokasikan ke Posko Penanggulangan Kebakaran untuk memadamkan api.
"Kami tidak boleh lengah. Indeks kemudahan terbakar saat ini sangat tinggi, dan bahkan puntung rokok bisa memicu kebakaran, terutama di daerah gambut di mana api dapat menyebar ke area yang tidak terlihat," ungkapnya usai rapat.
Sebagai langkah preventif, berbagai upaya telah dilakukan. Tandon air dan mobil tangki telah disebar ke seluruh wilayah rawan kebakaran, dan 12 relawan per desa telah diterjunkan ke sekitar 200 desa yang dianggap berisiko tinggi.
"Masih banyak lagi upaya untuk mencegah dan melakukan pemadaman api karhutla ini, meskipun dengan beragam kendala yang ada di lapangan," katanya.
Lanjutnya, sebagai bagian dari strategi pencegahan, sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat sangat penting agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Selama puncak musim kemarau ini, sangat penting untuk tidak melakukan pembakaran. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran sangat diperlukan," tambahnya.
Terkait dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) BPBD Sumsel akan mengajukan teknologi tersebut. Dengan catatan adanya potensi awan hujan untuk dilakukan penyemaian.
"jika tidak ada awan, hujan buatan tidak dapat dilakukan," katanya.
Sementara itu, Sekda Sumsel, Edward Candra mengungkapkan mengingat informasi dari BMKG yang menunjukkan hujan masih minim, dan hujan signifikan diperkirakan baru akan turun pada minggu pertama bulan Oktober.
“Kondisi cuaca saat ini masih sangat panas, dan kita perlu mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan kebakaran yang lebih intens,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, juga dibahas laporan dari tim terkait pangan dan sosialisasi, serta langkah-langkah yang akan diambil oleh Satgas Karhutla.
“Kami telah menyiapkan Satgas untuk menghadapi kondisi cuaca panas dan lahan yang terbakar. Kami perlu meningkatkan koordinasi dari tingkat Satgas, Provinsi, hingga ke kecamatan dan desa,” tambahnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 3PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2 Kali Hari Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 4BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 5Daftar 28 Perusahaan dalam Job Fair Sumsel 2026, Ada Ritel Sampai Keuangan
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok Hari Ini, Termurah Tembus Rp13,5 Juta per Suku
- 7Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal dan Besaran Bantuannya di Sini
- 8Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









