Sumsel

3.886 Orang di Sumsel Terkena Diare, Begini Cara Cepat Mengatasinya Agar Tidak Memburuk

Deni Hermawan | 17 Oktober 2024, 17:28 WIB
3.886 Orang di Sumsel Terkena Diare, Begini Cara Cepat Mengatasinya Agar Tidak Memburuk

AKURAT.CO SUMSEL Kasus diare di Sumatera Selatan (Sumsel) melonjak tajam selama bulan September 2024, dengan total 3.886 orang dilaporkan mengalami penyakit ini.

Dari jumlah tersebut, 1.383 di antaranya adalah balita, sementara 2.503 lainnya terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa. Angka ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan Sumsel, terutama karena Banyuasin mencatat angka tertinggi dengan 1.213 kasus.

Ira Primadesa, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, melalui Yulianti, menyampaikan bahwa diare adalah kondisi buang air besar encer yang terjadi lebih sering dari biasanya. Penyebab utama diare biasanya terkait dengan infeksi virus atau konsumsi makanan yang terkontaminasi.

"Diare umumnya disebabkan oleh virus, namun bisa juga dipicu oleh konsumsi makanan yang tidak higienis. Untuk menanganinya, kami menyarankan masyarakat segera minum oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat," ujarnya, Kamis (17/10/2024).

Diare pada balita memerlukan penanganan yang lebih hati-hati. Yulianti menjelaskan bahwa balita yang terkena diare biasanya akan diberikan obat zinc untuk membantu mempercepat penyembuhan.

Baca Juga: Realisasi PBB Tembus 87 Persen, 9.000 Wajib Pajak di Palembang Masih Menunggak

Selain itu, orang tua disarankan untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak-anak mereka, terutama di tengah kondisi kesehatan yang menurun.

"Oralit berperan penting dalam mencegah dehidrasi pada balita. Selain itu, pemberian makanan bergizi juga sangat diperlukan agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan maksimal," tambahnya.

Untuk mencegah diare, Dinkes Sumsel juga menghimbau masyarakat agar selalu menggunakan air bersih yang memadai, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, serta setelah buang air besar.

“Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan merupakan faktor penting dalam mencegah diare. Masyarakat perlu konsisten dalam menggunakan air bersih dan mencuci tangan dengan baik dan benar,” pesan Yulianti.

Meski Banyuasin mencatat kasus terbanyak, wilayah Palembang sendiri mencatat 122 kasus diare selama bulan September. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto