Sumsel

Banjir Sumatra Pasokan Bawang dan Cabai ke Palembang Terhambat, Pemkot Cari Solusi

Maman Suparman | 10 Desember 2025, 14:01 WIB
Banjir Sumatra Pasokan Bawang dan Cabai ke Palembang Terhambat, Pemkot Cari Solusi
 
AKURAT.CO SUMSEL Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, termasuk Kota Padang dan beberapa daerah di Aceh, mulai berdampak pada ketersediaan pasokan bahan pokok, khususnya komoditas hortikultura, di Palembang.

Analis Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang, Muhammad Alfajri, mengungkapkan bahwa Aceh yang merupakan salah satu pemasok utama bawang dan cabai ke Palembang saat ini mengalami gangguan distribusi.

"Aceh sebagai pemasok bawang dan cabai sedang mengalami gangguan pemasukan, sehingga mempengaruhi pasokan kita di Palembang," ujar Alfajri pada Rabu (10/12/2025).

Melihat situasi pasokan yang belum kondusif akibat bencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah berupaya mencari alternatif dan solusi lain untuk menjamin ketersediaan komoditas penting, terutama jelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Baca Juga: Emas Perhiasan Palembang Masih Stabil, Termahal Tetap di Angka Rp13,5 Jutaan per Suku

Untuk mengatasi kekurangan pasokan, Pemkot Palembang mulai menjalin kerja sama dengan berbagai daerah.

"Kami juga menjalin kerja sama dengan berbagai daerah untuk menjamin ketersediaan sembako, termasuk kerja sama dengan pemerintah Bekasi untuk suplai bawang merah," jelas Alfajri.

Selain mencari sumber pasokan alternatif, Pemkot Palembang juga mengambil langkah pengawasan intensif untuk mencegah kenaikan harga signifikan dan menekan angka inflasi menjelang akhir tahun.

Alfajri menyebutkan, Disdag Palembang menurunkan tim ke lapangan untuk memantau lima pasar utama di Kota Palembang, di antaranya Pasar Induk Jakabaring dan Pasar KM 5.

"Dari sampel lima pasar inilah kita bisa melihat pergerakan harga-harga kebutuhan pokok secara harian," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia