Sumsel

Sumsel Darurat Karhutla: 346 Kasus Tercatat, Ogan Ilir Jadi Episentrum Kebakaran

Maman Suparman | 30 Agustus 2025, 20:00 WIB
Sumsel Darurat Karhutla: 346 Kasus Tercatat, Ogan Ilir Jadi Episentrum Kebakaran

AKURAT.CO SUMSEL Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus melonjak. Hingga 28 Agustus 2025, tercatat 346 kejadian, dengan lima daerah sudah berstatus zona merah karena intensitas kebakaran yang tinggi.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan tambahan kasus dalam beberapa hari terakhir hampir seluruhnya berasal dari wilayah zona merah.

“Jumlah kasus karhutla di Sumsel sudah mencapai 346. Dari total itu, 297 kejadian berada di lima daerah yang kini berstatus zona merah,” jelas Sudirman, Sabtu (30/8/2025).

Adapun lima daerah dimaksud adalah Ogan Ilir (104 kejadian), Musi Banyuasin (66), Ogan Komering Ilir/OKI (42), Banyuasin (38), dan Muara Enim (36). Dari catatan BPBD, total karhutla di daerah tersebut tersebar di 47 kecamatan.

Baca Juga: Land Rover Merah Terbakar di Parkiran PTC Palembang, Diduga Korsleting Listrik

“Paling banyak di Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir dengan 50 kasus. Kemudian Sungai Keruh, Muba sebanyak 21 kejadian, serta Rantau Bayur, Banyuasin dan Pangkalan Lampam, OKI masing-masing 18 kejadian,” paparnya.

Selain zona merah, Sumsel juga memiliki satu wilayah zona oranye, yakni Kabupaten PALI dengan 23 kejadian.

Sementara itu, kategori zona kuning (1–15 kejadian) tersebar di sejumlah kabupaten/kota, seperti Musi Rawas Utara, Lahat, Empat Lawang, hingga Kota Palembang. Satu-satunya daerah yang masih aman atau zona hijau adalah Kota Pagar Alam.

Meski angka kasus sudah ratusan, luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan.

“Perkiraan sementara sudah mencapai ribuan hektare, tetapi angka pastinya masih dalam pendataan,” kata Sudirman.

Menurutnya, saat ini Satgas Karhutla masih bekerja keras melalui patroli udara dan darat. Pemantauan titik panas terus dilakukan agar kebakaran tidak meluas.

“Strategi kita adalah deteksi dini, dengan harapan api cepat dipadamkan sebelum membesar,” tegasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia