Operasi Modifikasi Cuaca Diperluas, 7 Daerah di Sumsel Disemai 3 Ton Garam dari Udara

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
"OMC diperluas hingga ke beberapa daerah karena melihat potensi awan hujan yang ada," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Jumat (1/8/2025).
Tujuh daerah yang menjadi target penyemaian kali ini adalah Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Prabumulih, dan Musi Rawas (Mura).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI AU melakukan operasi penyemaian awan menggunakan pesawat CESSNA C208 PK-SNL di Sumatera Selatan pada Rabu (31/7/2025). Operasi ini dilakukan dalam tiga sorti yang menyasar tujuh kabupaten/kota.
Sorti pertama dilakukan pukul 08.40 hingga 10.50 WIB dengan target wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Muara Enim. Selanjutnya, sorti kedua berlangsung pukul 11.51 hingga 13.55 WIB di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).
Sementara itu, sorti ketiga diarahkan ke beberapa wilayah lainnya, yakni Muara Enim, Prabumulih, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Musi Rawas (Mura).
Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ini bertujuan untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan Sumatera Selatan selama musim kemarau.
Baca Juga: Polrestabes Palembang Buru Pelaku Penembakan Brutal Wanita Muda
"Setiap sorti membawa 1.000 kilogram garam (NaCl), jadi total 3.000 kg garam disemai hari ini. Penyemaian dilakukan di ketinggian 10.000 kaki," jelas Sudirman.
Sejak dimulainya OMC tahap kedua pada 29 Juli lalu, total 4 ton garam telah disebar ke udara untuk memicu hujan buatan.
Hal ini dilakukan menyusul tingginya jumlah titik panas (hotspot) di beberapa wilayah, terutama di Lahat, Muara Enim, Muba, Mura, dan Muratara yang masing-masing mencatatkan 100–200 titik selama Juli.
Meski begitu, BPBD mencatat adanya penurunan signifikan jumlah hotspot dalam empat hari terakhir. Bahkan pada 30 Juli lalu, hanya satu titik panas terpantau, yakni di wilayah OKI.
OMC ini akan berlangsung selama lima hari hingga 2 Agustus mendatang, dengan fokus utama di kawasan gambut seperti OKI dan Banyuasin agar tetap lembap dan mengurangi risiko kebakaran.\
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









