Gaungkan Kopi Sumsel ke Dunia, BKHIT Dorong Pembentukan Ekosistem Ekspor Terpadu

AKURAT.CO SUMSEL Meski dikenal memiliki cita rasa khas dan berkualitas tinggi, nama kopi asal Sumatera Selatan (Sumsel) masih kalah gaung dibanding kopi dari daerah lain seperti Aceh atau Lampung.
Padahal, potensi ekspor kopi dari Bumi Sriwijaya terus menunjukkan tren positif, khususnya ke pasar Malaysia.
Melihat potensi tersebut, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumsel mendorong pembentukan ekosistem ekspor kopi yang lebih kuat dan terintegrasi.
"Kopi Sumsel punya potensi besar untuk dikenal dunia. Tapi untuk menembus pasar global, kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi lintas sektor, dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha,” kata Kepala BKHIT Sumsel, Sri Endah Ekandari, Sabtu (12/7/2025).
Ia menegaskan bahwa ekspor bukan hanya soal teknis karantina, tetapi juga soal kesiapan ekosistem. Mulai dari produksi, penyimpanan, logistik, hingga akses permodalan dan sertifikasi mutu.
“Lampung sudah punya gudang ekspor, eksportir andal, dan dukungan logistik cepat. Kita di Sumsel perlu mengejar ketertinggalan ini,” tegasnya.
Sepanjang 2025, ekspor kopi dari Sumsel tercatat sudah dilakukan tujuh kali, dengan Malaysia sebagai negara tujuan utama. Hal ini membuktikan bahwa pasar luar negeri sudah terbuka, tinggal bagaimana daerah mampu menjaga konsistensi dan kualitas.
Baca Juga: Jenis-Jenis Lampu LED Philips
BKHIT Sumsel sendiri berperan dalam memastikan produk kopi yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan negara tujuan. Mulai dari aspek kesehatan, keamanan, hingga sertifikasi karantina.
“Sebelum kopi diekspor, harus ada jaminan bahwa produk tersebut sehat, aman, dan memenuhi standar internasional. Itu peran kami,” jelas Endah.
Lebih lanjut, ia mendorong keterlibatan aktif dari Dinas Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam membentuk ekosistem ekspor kopi yang inklusif.
“Kalau semua bergerak bersama, kopi Sumsel tidak hanya jadi komoditas unggulan lokal, tapi bisa bersaing di level global,” tambahnya.
Selain kopi, Sumsel juga mengandalkan ekspor dari sektor perkebunan lain seperti karet dan kelapa sawit. Namun kopi dinilai memiliki nilai tambah lebih tinggi karena permintaan pasar premium dunia yang terus meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








