14 Jemaah Haji Embarkasi Palembang Meninggal Dunia, Terbanyak Asal Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Duka kembali menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji 2025. Hingga pemulangan Kloter 4 Debarkasi Palembang, tercatat sebanyak 14 jemaah haji wafat di Tanah Suci.
Mayoritas dari mereka merupakan jemaah asal Sumatera Selatan (Sumsel) sebanyak 10 orang, sementara 4 lainnya berasal dari Provinsi Bangka Belitung (Babel).
“Jemaah haji yang meninggal dari Embarkasi Palembang hingga saat ini berjumlah 14 orang,” ujar Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang, Abdul Qudus, Rabu (18/6/2025).
Dari 10 jemaah asal Sumsel yang meninggal, wilayah OKU Timur mencatat jumlah terbanyak, yakni empat orang, disusul Palembang (tiga orang), OKU (dua orang), dan Lahat (satu orang).
Berikut adalah daftar jemaah haji asal Sumsel yang meninggal dunia di Tanah Suci diantaranya empat jemaah berasal dari OKU Timur, yaitu Sugito Adi Harjo (84) dari kloter 1, Paimin Karyo Sumito (83) dari kloter 5, Kamsinah Saridal Sudiono (61) dari kloter 3, dan Muhammad Ali Djalan (69) dari kloter 1.
Tiga jemaah dari Palembang yakni Lamadang Fabate (78) dari kloter 22, Wati Muhammad Yasin (66) dari kloter 20, dan Azom Hasan (69) dari kloter 19. Dua jemaah berasal dari OKU, yaitu Najamuddin Abdul Syukur (63) dan Muhammad Ngamir (83), keduanya dari kloter 9.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Satu Rumah di Kemuning Palembang, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Sedangkan satu jemaah lainnya berasal dari Lahat, yakni Mariati A Malik (74) dari kloter 18.
Hingga saat ini, sebanyak 1.473 jemaah telah tiba kembali di Tanah Air melalui Debarkasi Palembang.
Total pemulangan terdiri dari empat kloter, sementara 18 kloter lainnya masih berada di Arab Saudi dan dijadwalkan kembali secara bertahap. Kloter terakhir, yakni Kloter 22, diperkirakan akan tiba di Palembang pada 10 Juli 2025.
PPIH mengimbau seluruh jemaah dan keluarga untuk terus memantau perkembangan kondisi serta memenuhi prosedur kesehatan, termasuk pengisian data Sistem Surveilans Haji Pulang (SSHP) dan mengikuti masa karantina 21 hari.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan jemaah lainnya senantiasa dalam kondisi sehat hingga tiba kembali di kampung halaman,” ujar Abdul Qudus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









