Mayoritas Penderita TBC di Palembang adalah Laki-laki, Dinkes Sebut Rokok Jadi Faktor Utama

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat, jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2024 mencapai 7.533 kasus.
Dari total tersebut, sebanyak 63 persen atau 4.748 pasien merupakan laki-laki, sementara 2.785 lainnya adalah perempuan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menjelaskan bahwa tingginya angka penderita laki-laki berkaitan erat dengan kebiasaan merokok, yang memperburuk kondisi paru-paru dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri TBC.
“Perokok aktif memiliki fungsi paru yang melemah. Bila terpapar TBC, maka kondisinya akan lebih mudah memburuk,” kata Yudhi saat dikonfirmasi, Senin (16/6/2025).
Tak hanya orang dewasa, penyakit TBC juga menjangkiti anak-anak. Dinkes mencatat ada 757 kasus pada kelompok usia 0–14 tahun, sebagian besar tertular dari orang tua atau anggota keluarga di lingkungan rumah.
Baca Juga: Ini Jumlah Kasus TBC di Setiap Daerah Sumsel, Ternyata Kabupaten Pali Paling Sedikit
Yudhi menambahkan, lingkungan tempat tinggal tanpa ventilasi yang baik serta kurangnya pencahayaan turut menjadi faktor penyebaran. Bakteri TBC bisa bertahan lama di ruangan tertutup dan berpindah melalui droplet, bahkan menempel di benda-benda.
“Kalau ruangan tertutup, gelap, dan tidak berventilasi, bakteri TBC sulit mati. Anak-anak yang menyentuh permukaan terkontaminasi bisa dengan mudah tertular,” jelasnya.
Kasus tertinggi tercatat di Puskesmas Sekip, Kecamatan Kemuning, dengan 1.507 kasus positif TBC, terdiri dari 937 laki-laki, 570 perempuan, dan 237 anak-anak. Sebagian besar penularan pada anak terjadi dalam satu rumah.
Sementara itu, wilayah dengan kasus terendah ditemukan di Puskesmas Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, yang hanya mencatat 11 kasus selama tahun 2024.
Memasuki tahun 2025, pada triwulan pertama (Januari–Maret), tercatat ada 41 pasien TBC yang masih menjalani pengobatan rutin. Sebagian besar pasien berasal dari wilayah layanan Puskesmas 5 Ilir, Puskesmas Merdeka, dan Puskesmas Kampus.
“Pemeriksaan tertinggi ditemukan di Puskesmas 5 Ilir dengan proporsi 71,4 persen dari total pasien yang sedang menjalani pengobatan,” ujar Yudhi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang akan terus melakukan skrining aktif dan edukasi ke masyarakat guna menekan angka penularan, yang setiap tahun berkisar antara 7.000 hingga 9.000 kasus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 4Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 5Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Ramalan Zodiak Leo Hari Ini Jumat 30 Oktober 2026, Percintaan hingga Karier Jadi Sorotan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







