Sumsel Dorong Hadirnya Industri Pengolahan Jagung untuk Maksimalkan Nilai Ekonomi Petani

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong percepatan pembangunan industri pengolahan jagung guna memperkuat hilirisasi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Meski produksi jagung di wilayah ini menunjukkan tren positif, ketiadaan fasilitas pengolahan menjadi tantangan dalam mendongkrak nilai tambah komoditas unggulan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa tidak ada kendala berarti dalam proses produksi jagung sejauh ini. Kebutuhan benih, pupuk, hingga alat pertanian dinilai telah tercukupi.
“Dari Januari hingga Mei 2025, produksi jagung pipil kering mencapai 306.560 ton. Ini menunjukkan peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan kenaikan produktivitas sekitar 1,02 kwintal,” jelas Bambang, Selasa (10/6/2025).
Namun, menurutnya, Sumsel masih tertinggal dari provinsi lain karena belum memiliki industri pengolahan jagung.
Akibatnya, sebagian besar hasil panen harus dikirim ke luar daerah, seperti Lampung, yang sudah memiliki fasilitas pengolahan untuk kebutuhan pakan ternak dan produk turunannya.
“Kita sedang dorong agar ada industri pengolahan di Sumsel. Saat ini, jagung kita justru dibawa ke Lampung karena di sana industrinya sudah berjalan,” tambah Bambang.
Baca Juga: Pelaku Pembacokan ketua Pantia Kurban di Palembang Ditangkap Polisi
Ia juga menyoroti kerugian yang kerap dialami petani akibat penyusutan bobot jagung selama proses pengiriman antardaerah.
“Misalnya petani kirim delapan ton ke pabrik, tapi sampai di tujuan volumenya sudah berkurang. Kalau industrinya ada di Sumsel, tentu hal ini bisa dicegah,” jelasnya.
Upaya menarik investor untuk membangun industri pengolahan, menurut Bambang, telah dilakukan melalui berbagai penjajakan dengan pemangku kepentingan.
Namun hingga kini belum ada yang menunjukkan ketertarikan. Kendati demikian, pihaknya memastikan langkah promosi investasi akan terus dilakukan, mengingat jagung merupakan salah satu komoditas strategis nasional.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi mengatakan, hingga Mei 2025, total luas lahan jagung di Sumsel mencapai 8.429 hektare, dengan panen dilakukan di lahan seluas 7.287 hektare dan menghasilkan 42.597 ton.
“Pada panen raya tahap kedua, hasil yang diperoleh dari lahan seluas 34,9 hektare mencapai 148,8 ton,” jelasnya.
Andi menekankan pentingnya inovasi dalam budidaya jagung, seperti penggunaan metode presisi, irigasi terintegrasi, dan pendampingan berbasis agronomi. Ia juga menyarankan pembangunan gudang penyimpanan dengan sistem pengeringan modern untuk menjaga mutu hasil panen.
“Dengan penyimpanan yang baik, jagung bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









