Jelang Puncak Haji, Kemenag Sumsel Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem

AKURAT.CO SUMSEL Dengan ditetapkannya 1 Zulhijah jatuh pada 28 Mei oleh pemerintah Arab Saudi, puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, diperkirakan akan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025.
Menjelang momen krusial tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Selatan (Sumsel), Syafitri Irwan, meminta seluruh jemaah haji, khususnya dari Embarkasi Palembang, untuk mempersiapkan diri secara optimal.
"Saat ini kita fokus memberi arahan kepada petugas kloter yang berada di Tanah Suci agar dapat mempersiapkan jemaahnya menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kita berharap seluruh jemaah haji dapat mengikuti rangkaian ibadah haji dengan baik dan lancar. Semoga jemaah haji Embarkasi Palembang semuanya mabrur," ujar Syafitri, Jumat (30/5/2025).
Baca Juga: Pelajar di Palembang Jadi Korban Tawuran, Orang Tua Lapor Polisi
Syafitri juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas yang tidak perlu menjelang puncak haji, terutama mengingat banyaknya jemaah dari Sumsel yang tergolong berisiko tinggi.
Kekhawatiran utama adalah kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara dilaporkan berkisar antara 41-45 derajat Celcius, dan diprediksi dapat mencapai puncaknya hingga 50 derajat Celcius saat puncak haji.
"Mengingat kondisi di Arab Saudi yang saat ini sangat panas, kami mengimbau seluruh jemaah haji Sumsel untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kami minta fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," tegasnya.
Selain itu, Syafitri menyarankan agar jemaah tidak perlu memaksakan diri untuk melaksanakan salat di Masjidil Haram. Hal ini dikarenakan hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap masih berada di wilayah Tanah Haram, sehingga pahala yang didapat pun tetap sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









