Dukung Gizi Anak Sekolah, BGN Bangun SPBG dan Dapur Sehat di Sumsel Gunakan Dana APBN

AKURAT.CO SUMSEL Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan pembangunan Stasiun Penyedia Bahan Gizi (SPBG) dan Dapur Sehat di sejumlah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel).
Program ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, khususnya di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), dengan dukungan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Staff Ahli Kepala BGN, Boby Kusuma, mengatakan bahwa proyek ini bertujuan menyediakan asupan makanan bergizi secara konsisten kepada siswa-siswa yang masuk kategori rawan gizi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program tersebut.
“Program ini merupakan langkah konkret pemerintah pusat dalam membangun fondasi gizi yang kuat bagi generasi muda, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Kami harap pemerintah kabupaten/kota di Sumsel dapat memberikan dukungan berupa izin lahan pinjam pakai agar pembangunan SPBG dan dapur sehat bisa segera dimulai,” ujar Boby Jumat (9/5/2025).
BGN menargetkan setiap titik dapur sehat mampu menjangkau antara 500 hingga 1.000 siswa pada tahap awal, dengan spesifikasi bangunan berukuran 20x20 meter. Dalam kondisi optimal, dapur ini bahkan bisa melayani hingga 3.500 siswa.
Baca Juga: Bukan Hanya Indonesia, 4 Negara Ini Juga Akan Jadi Tempat Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
Boby menambahkan bahwa desain teknis bangunan sedang difinalisasi dan akan segera dimasukkan dalam e-katalog untuk proses pengadaan terbuka, sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Desain dapur sehat disusun agar efisien dan higienis, dengan mempertimbangkan daya tampung, kemudahan distribusi, dan standar sanitasi. Setelah proses e-katalog selesai, kontraktor terpilih akan langsung memulai pembangunan,” jelasnya.
Menurut Boby, target distribusi konsumsi makanan dari dapur sehat direncanakan mulai pertengahan Juni 2025. Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa-siswa penerima manfaat paling lambat pada September 2025.
“Dapur sehat ini tidak hanya sebagai fasilitas penyedia makanan, tetapi juga sebagai pusat edukasi gizi di tingkat lokal. Kami ingin menjadikan makanan bergizi sebagai budaya sehari-hari anak-anak sekolah,” katanya.
Syarat Teknis Lokasi dan Fokus Wilayah
Adapun syarat lokasi pembangunan yang ditentukan BGN antara lain berada di atas lahan padat dan stabil, memiliki akses jalan, serta dekat dengan sumber listrik dan air bersih. Wilayah Badan Koordinasi Teknis (BKT) menjadi prioritas karena cakupannya yang luas dan strategis.
Program ini akan menyasar seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan secara bertahap. Dalam pelaksanaannya, BGN merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang meminta seluruh kepala daerah mendukung penuh program penguatan gizi nasional ini.
“Ini investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kecerdasan anak bangsa. Kami berharap semua pihak berkomitmen mendukung,” tutup Boby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 3PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2 Kali Hari Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 4BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok Hari Ini, Termurah Tembus Rp13,5 Juta per Suku
- 6Daftar 28 Perusahaan dalam Job Fair Sumsel 2026, Ada Ritel Sampai Keuangan
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal dan Besaran Bantuannya di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







