Sumsel

Tawuran Kelompok di Palembang Berujung Maut, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Maman Suparman | 5 Maret 2025, 15:00 WIB
Tawuran Kelompok di Palembang Berujung Maut, Dua Pelaku Ditangkap Polisi



AKURAT.CO SUMSEL Bentrokan antar dua kelompok remaja di Palembang berujung tragis.

Seorang remaja berinisial RP (15) tewas dengan luka mengenaskan akibat sabetan senjata tajam dalam tawuran yang terjadi pada Minggu (23/2/2025) sekitar pukul 04.00 WIB di kawasan Perkuburan Cina, Kecamatan Sako, Palembang.

Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M. Anwar Reksowidjojo, mengungkapkan bahwa tawuran antara kelompok Lavendos dan The Legend ini bermula dari aksi saling ejek di media sosial.

Perang kata di dunia maya berujung pada pertemuan yang berakhir dengan kekerasan fisik.

“Korban mengalami luka fatal di bagian kepala akibat tebasan celurit sepanjang 1,5 meter dan meninggal dunia di tempat kejadian,” ungkap Kombes Pol M. Anwar dalam konferensi pers di Polrestabes Palembang, Selasa (4/3/2025) sore.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, polisi berhasil mengamankan dua pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan ini. Mereka adalah AL (18) dan VR (17), keduanya merupakan warga Kalidoni, Palembang.

Baca Juga: Ini Kata Kapolrestabes Palembang Soal Remaja yang Kena Peluru Nyasar: Kami Masih Menyelidiki

Sementara itu, satu pelaku lainnya, Marcel (18), masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76C UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tambahnya.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah celurit dan corbek sepanjang 1,5 meter yang digunakan dalam aksi penyerangan.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, menjelaskan bahwa tawuran ini dipicu oleh provokasi di media sosial.

Kelompok Lavendos disebut melakukan pengejaran terhadap kelompok The Legend hingga akhirnya RP yang tengah mengendarai sepeda motor menjadi sasaran serangan brutal.

“Korban jatuh setelah terkena bacokan pertama, lalu tiga pelaku lainnya kembali menyerangnya hingga korban tewas di lokasi kejadian,” ujarnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia