Sumsel

Lonjakan Kasus DBD di Sumsel: 5.728 Kasus dan 37 Kematian Sepanjang 2024

Deni Hermawan | 24 Desember 2024, 18:00 WIB
Lonjakan Kasus DBD di Sumsel: 5.728 Kasus dan 37 Kematian Sepanjang 2024

AKURAT.CO SUMSEL Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sumatera Selatan melonjak tajam sepanjang 2024, dengan total 5.728 kasus dan 37 kematian. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir, sebagaimana diungkapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, menyebutkan lonjakan kasus ini terutama terjadi selama musim hujan yang dimulai pada Oktober lalu.

"Kasus DBD tertinggi tercatat di Palembang dengan total 1.225 kasus, termasuk 14 kematian. Ini menjadi perhatian serius kami," ujarnya, Selasa (24/12/2024).

Statistik menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2021, Sumsel mencatat 1.135 kasus dengan 3 kematian. Jumlah ini melonjak di 2022 menjadi 2.854 kasus dengan 31 kematian, dan sedikit menurun pada 2023 dengan 2.804 kasus serta 22 kematian.

“Sepanjang 2024, terdapat 37 korban jiwa akibat DBD, dengan Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kematian tertinggi. Hal ini menegaskan perlunya upaya penanganan dan pencegahan yang lebih intensif,” tambah Ira.

Musim hujan yang dimulai sejak Oktober menjadi pemicu utama penyebaran nyamuk Aedes aegypti, vektor DBD. Pada Oktober, terdapat 205 kasus, meningkat dari 129 kasus di September. Angka ini terus naik hingga 259 kasus di November dan masih terdeteksi 47 kasus di Desember.

Baca Juga: Pelayanan SKCK di Polrestabes Palembang Ditutup Selama Nataru, Pastikan Anda Tidak Terlewat!

“Karena puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari 2025, potensi peningkatan kasus DBD masih tinggi. Untuk itu, kami mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan,” jelas Ira.

Sebagai langkah preventif, Dinkes Sumsel gencar melakukan sosialisasi penerapan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang, serta menambah perlindungan seperti menggunakan kelambu atau lotion antinyamuk.

“Sebanyak delapan kabupaten/kota di Sumsel berhasil mencatat tidak ada kasus kematian sepanjang tahun ini, menunjukkan bahwa langkah pencegahan yang dilakukan terbukti berhasil,” kata Ira.

Ira juga meminta peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, nyeri otot, dan ruam kulit.

“Pencegahan adalah kunci utama. Selain itu, kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder sangat dibutuhkan untuk menekan angka kasus dan kematian akibat DBD,” tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto