Pengamat Sebut Money Politik Tak Lagi Berpengaruh di Pilkada, Lalu Apa?

AKURAT.CO SUMSEL Pengamat Politik dari ForDes, Bagindo Togar, menyebut bahwa praktik uang dalam politik dinilai tidak terlalu berpengaruh lagi dalam pemilihan kepala daerah.
Ia menyatakan bahwa masyarakat kini lebih cerdas dan kurang terpengaruh iming-iming maupun besarnya nominal uang yang diberikan oleh calon kepala daerah.
"Praktik money politik ini sudah tidak lagi berpengaruh pada masyarakat. Masyarakat tidak melihat seberapa besar nominal yang diberikan oleh para calon nantinya," ujar Bagindo, Sabtu (15/6/2024).
Menurutnya, saat ini para calon yang bakal bersaing di Pilgub Sumsel harus mampu untuk adu strategi merebut suara rakyat.
Baca Juga: Jumlah TPS Berkurang dalam Pilkada November 2024, KPU Sumsel: Ada Penyesuaian
"Sekarang adu strategi, money politik sudah tidak berlaku lagi. Paradigma lama itu harus ditinggalkan," ungkapnya.
Bagindo mengungkapkan bahwa masyarakat kini lebih memilih dan memperhatikan program-program yang membawa perubahan nyata.
"Sekarang ini, bagaimana menciptakan program yang dapat meyakinkan masyarakat," kata Bagindo.
Disisi lain, Bagindo juga menyoroti sejumlah bakal calon yang diprediksi gagal maju dalam Pilgub Sumsel. Pasalnya, perebutan tiket atau rekomendasi parpol untuk maju dalam pilkada bukanlah persoalan mudah.
Kendati demikian, calon yang dipredikasi gagal maju tetap memilki kekuatan tersendiri dan sinyal dari mereka untuk mendukung calon yang mana akan tetap menjadi salah satu faktor yang berpengaruh.
Bagindo mengungkapkan bahwa faktor basis massa yang dimiliki itu akan menjadi pembahasan khusus antar mereka dan bakal calon yang didukungnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









