Sumsel

Maju Pilwako Palembang, Ini Kriteria Wakil yang Bakal Dipinang Yudha Pratomo Mahyuddin

Deni Hermawan | 26 April 2024, 20:00 WIB
Maju Pilwako Palembang, Ini Kriteria Wakil yang Bakal Dipinang Yudha Pratomo Mahyuddin

AKURAT.CO SUMSEL Bakal Calon Wali Kota Palembang, Yudha Pratomo Mahyuddin (YPM), menyebut telah membangun komunikasi intensif dengan berbagai partai politik untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Palembang 2024. 

"Sudah berkomunikasi semua dengan partai-partai yang duduk di DPRD Kota Palembang, juga dengan partai-partai non-parlemen," ungkapnya saat dibincangi redaksi, Jumat (26/4/2024).

Untuk calon pendampingnya, Yudha Pratomo Mahyuddin menyatakan hingga kini masih menunggu rekomendasi dari DPP, sebelum resmi mendaftar ke KPU pada akhir bulan Agustus. 

Kendati demikian, Ia mengatakan bahwa kriteria yang diutamakan adalah kesesuaian visi, kecocokan chemistry, kontribusi partai, dan kemampuan untuk memenangkan pemilihan. 

"Saat ini masih terus dilakukan pendekatan dan penjajakan dengan partai koalisi yang cocok dan memenuhi syarat minimal 10 kursi," tambahnya.

Baca Juga: Herman Deru Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Gubernur Sumsel di Sekretariat DPW PKB

Ketika ditanya mengenai kemungkinan wakilnya nanti berasal dari partai yang berkoalisi pada Pilpres 2024, Yudha menjelaskan bahwa dinamika di daerah berbeda dengan di pusat, sehingga tidak harus berasal dari partai yang sama.

Untuk popularitas dan elektabilitas dalam Pilwako, ia menyatakan terus meningkatkan elektabilitas menargetkan masuk 3 besar calon walikota.

Visi dan Misi YPM

Yudha Pratomo Mahyuddin memaparkan visi dan misinya untuk Palembang melalui empat pilar utama yakni, Kota Modern, Kota Aman, Kota Jujur, dan Kota Usaha. 

“Kota modern yakni harus anti banjir, anti macet, anti semerawut, terdigitalisasi, terkoneksi Internet dimana2, bersih dari sampah dan terang berderang,” 

“Kota Aman dengan angka kriminal rendah, masyarakatnya terpenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.

Kota Jujur lanjutnya, adalah kota yang anti korupsi, memiliki layanan publik yang bersih dan transparan. Sedangkan Kota Usaha meliputi kemudahan untuk berbisnis dan usaha, pajak usaha yang adil, ekosistem yg mendukung entreprenurship, creative hub dan marketplace untuk B2B maupun B2C.

Sementara menghadapi tantangan yang ada di Palembang, Yudha menggarisbawahi pentingnya integritas dan kompetensi pemimpin dalam mengatasi berbagai masalah, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kemiskinan. 

"Intinya kalau mau keluar dari semua masalah itu, pilih Walikota yang integritas dan niatnya baik, bukan untuk mencari uang dari APBD. Kemudian punya kompetensi memimpin berpendidikan tinggi dan berpengalaman organisasi," jelas Yudha. (Red/Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto