Sumsel

Layanan Aduan PPDB 2025 Membludak, Disdik Palembang Kewalahan Tanggapi Keluhan Teknis

Maman Suparman | 23 Mei 2025, 19:00 WIB
Layanan Aduan PPDB 2025 Membludak, Disdik Palembang Kewalahan Tanggapi Keluhan Teknis

AKURAT.CO SUMSEL Jelang dimulainya proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, Dinas Pendidikan Kota Palembang mulai disibukkan dengan lonjakan pengaduan dari masyarakat.

Sejak dibukanya layanan informasi resmi, tercatat ratusan laporan masuk setiap harinya, sebagian besar terkait kendala teknis pendaftaran.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Palembang, Amri, mengungkapkan bahwa aduan paling umum menyangkut masalah teknis seperti lupa email atau kata sandi, kesalahan entri data, hingga pertanyaan seputar persyaratan pendaftaran.

“Setiap hari ada lebih dari 100 aduan yang masuk lewat WhatsApp dan email bersama. Petugas sampai kewalahan merespons karena banyaknya laporan yang masuk,” ujar Amri, Jumat (23/5/2025).

Amri menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk merespons setiap laporan secepat mungkin. Untuk kasus-kasus yang dapat diselesaikan langsung, respon akan diberikan saat itu juga.

Baca Juga: Embarkasi Palembang Sisakan Lima Kloter, Tiga Jemaah Haji Dilaporkan Meninggal di Tanah Suci

Namun, untuk laporan yang membutuhkan penelusuran lebih lanjut, Disdik akan menyelesaikannya maksimal dalam 1x24 jam.

Menariknya, hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan terkait praktik suap yang kerap mencuat pada PPDB tahun-tahun sebelumnya.

Amri menduga, belum munculnya laporan semacam itu karena proses belum masuk ke tahapan paling rawan, yaitu jalur domisili.

“Biasanya kasus-kasus sensitif seperti suap mulai ramai saat pendaftaran melalui jalur domisili. Tapi kita berharap tahun ini bisa bersih. Jika pun nanti ada laporan masuk, akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia