Sumsel

Wow, Palembang Masuk Daftar Kota Terpanas di Asia Tenggara, Ternyata ini Penyebabnya!

Deni Hermawan | 21 September 2024, 16:30 WIB
Wow, Palembang Masuk Daftar Kota Terpanas di Asia Tenggara, Ternyata ini Penyebabnya!

AKURAT.CO SUMSEL Berdasarkan data dari Climate Central, Kota Palembang masuk dalam daftar empat kota terpanas se-Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan Palembang mengalami 81 hari dengan suhu panas ekstrem, bersanding dengan Makassar, Sumedang, dan Bandar Lampung di Indonesia, serta peringkat ke lima Kota Davao di Filipina.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun SMB II Palembang, Siswanto Fauzi, menjelaskan bahwa meski beberapa wilayah Sumsel, termasuk Palembang, telah diguyur hujan beberapa pekan terakhir, cuaca panas dan terik masih terasa pada siang hari.

Fenomena ini, kata Siswanto, disebabkan oleh kondisi atmosfer yang minim awan, sehingga sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi tanpa hambatan.

“Meskipun sejumlah wilayah di Sumsel sudah mulai mengalami hujan sporadis, namun panas menyengat tetap terasa setiap hari, khususnya pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir September 2024,” ungkapnya, Sabtu (21/9/2024).

Salah satu faktor utama penyebab cuaca terik ini adalah gerak semu matahari. Menurut Siswanto, saat ini posisi matahari sedang bergerak dari belahan bumi utara menuju garis khatulistiwa, yang akan mencapai puncaknya pada 23 September 2024.

Baca Juga: Setelah Buron Lama, Fadli Pelaku Pembunuhan di Palembang Akhirnya Diringkus Polisi

“Pada hari itu, posisi matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa, dan kurangnya pembentukan awan di wilayah Sumatera Selatan menyebabkan sinar matahari langsung menyinari permukaan tanah, sehingga suhu udara menjadi lebih panas dan menyengat,” jelasnya.

Meskipun saat ini Palembang dan sekitarnya masih menghadapi cuaca ekstrem, diprediksi bahwa pada bulan Oktober 2024, wilayah Sumsel secara bertahap akan mulai memasuki musim hujan.

“Pada bulan Oktober, matahari akan bergerak menuju belahan bumi selatan, dan curah hujan di Sumatera Selatan diperkirakan meningkat secara bertahap, meskipun penyebarannya tidak merata di seluruh daerah,” ungkapnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto