Impor Sumsel Naik 8,07 Persen, Finlandia dan Jerman Catat Lonjakan Tertinggi

AKURAT.CO SUMSEL Nilai impor dari 12 negara utama ke Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai US$675,77 juta sepanjang Januari–Agustus 2026.
Angka tersebut meningkat US$50,46 juta atau 8,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan impor terutama dipengaruhi oleh lonjakan nilai barang yang didatangkan dari Finlandia, Jerman, dan Jepang.
Impor dari Finlandia bertambah US$37,04 juta atau 109,21 persen, sedangkan dari Jerman meningkat US$35,83 juta atau 548,76 persen.
Sementara itu, nilai impor dari Jepang naik US$14,80 juta atau 702,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski mengalami kenaikan secara kumulatif, nilai impor dari 12 negara utama justru menurun pada Agustus 2026. Dibandingkan Agustus 2025, nilai impor berkurang US$17,15 juta atau 22,13 persen.
Baca Juga: Palembang Jadi Daerah Percontohan KKMP Sumsel, Verifikasi Capai 100 Persen
Dari sisi negara asal, Tiongkok masih menjadi pemasok impor terbesar bagi Sumsel.
Sepanjang Januari–Agustus 2026, nilai impor dari negara tersebut mencapai US$325,74 juta atau berkontribusi 38,68 persen terhadap total impor dari 12 negara utama.
Vietnam menempati posisi berikutnya dengan nilai impor US$114,11 juta atau 13,55 persen.
Adapun Finlandia berada di urutan ketiga dengan nilai US$70,96 juta atau menyumbang 8,43 persen.
Secara keseluruhan, impor dari 12 negara utama tersebut mencakup 80,25 persen dari total impor Sumsel pada Januari–Agustus 2026.
Berdasarkan jenis barang, impor dari Tiongkok didominasi mesin dan peralatan mekanis, pupuk, serta lampu dan perlengkapan penerangan.
Sementara itu, barang yang didatangkan dari Vietnam meliputi pupuk, kayu dan barang dari kayu, serta mesin dan peralatan mekanis.
Adapun impor dari Finlandia mencakup mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektris, serta kain tekstil.
Peningkatan impor dari sejumlah negara tersebut menunjukkan adanya perubahan nilai perdagangan berdasarkan negara asal.
Baca Juga: Menko Polkam Dudung Minta Perusahaan yang Disegel akibat Karhutla di Sumsel Ditindak Tegas
Namun, data tersebut belum merinci faktor penyebab kenaikan impor maupun pengaruhnya terhadap kebutuhan industri di Sumsel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 6Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 7Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 8Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






