Sumsel

Impor Sumsel Naik 8,07 Persen, Finlandia dan Jerman Catat Lonjakan Tertinggi

Kurnia | 15 Oktober 2026, 22:00 WIB
Impor Sumsel Naik 8,07 Persen, Finlandia dan Jerman Catat Lonjakan Tertinggi
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Nilai impor dari 12 negara utama ke Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai US$675,77 juta sepanjang Januari–Agustus 2026.

Angka tersebut meningkat US$50,46 juta atau 8,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan impor terutama dipengaruhi oleh lonjakan nilai barang yang didatangkan dari Finlandia, Jerman, dan Jepang.

Impor dari Finlandia bertambah US$37,04 juta atau 109,21 persen, sedangkan dari Jerman meningkat US$35,83 juta atau 548,76 persen.

Sementara itu, nilai impor dari Jepang naik US$14,80 juta atau 702,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski mengalami kenaikan secara kumulatif, nilai impor dari 12 negara utama justru menurun pada Agustus 2026. Dibandingkan Agustus 2025, nilai impor berkurang US$17,15 juta atau 22,13 persen.

Baca Juga: Palembang Jadi Daerah Percontohan KKMP Sumsel, Verifikasi Capai 100 Persen

Dari sisi negara asal, Tiongkok masih menjadi pemasok impor terbesar bagi Sumsel.

Sepanjang Januari–Agustus 2026, nilai impor dari negara tersebut mencapai US$325,74 juta atau berkontribusi 38,68 persen terhadap total impor dari 12 negara utama.

Vietnam menempati posisi berikutnya dengan nilai impor US$114,11 juta atau 13,55 persen.

Adapun Finlandia berada di urutan ketiga dengan nilai US$70,96 juta atau menyumbang 8,43 persen.

Secara keseluruhan, impor dari 12 negara utama tersebut mencakup 80,25 persen dari total impor Sumsel pada Januari–Agustus 2026.

Berdasarkan jenis barang, impor dari Tiongkok didominasi mesin dan peralatan mekanis, pupuk, serta lampu dan perlengkapan penerangan.

Sementara itu, barang yang didatangkan dari Vietnam meliputi pupuk, kayu dan barang dari kayu, serta mesin dan peralatan mekanis.

Adapun impor dari Finlandia mencakup mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektris, serta kain tekstil.

Peningkatan impor dari sejumlah negara tersebut menunjukkan adanya perubahan nilai perdagangan berdasarkan negara asal.

Baca Juga: Menko Polkam Dudung Minta Perusahaan yang Disegel akibat Karhutla di Sumsel Ditindak Tegas

Namun, data tersebut belum merinci faktor penyebab kenaikan impor maupun pengaruhnya terhadap kebutuhan industri di Sumsel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia