Efisiensi Anggaran Jadi Senjata Prabowo Tekan Korupsi, Hemat Rp308 Triliun

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran belanja negara menjadi langkah krusial untuk menutup celah korupsi sekaligus meningkatkan efisiensi ekonomi nasional.
Prabowo mengungkapkan bahwa pada tahap awal efisiensi, pemerintah telah berhasil menghemat anggaran hingga Rp308 triliun dari belanja pemerintah pusat. Menurutnya, penghematan tersebut berasal dari pos pengeluaran yang dinilai tidak rasional dan berpotensi disalahgunakan.
“Kalau tidak dipotong, saya yakin dana sebesar itu akan mengarah pada praktik korupsi,” ujarnya.
Prabowo mengaitkan kebijakan ini dengan indikator ekonomi (ICOR), yang mencerminkan tingkat efisiensi investasi suatu negara. Ia menyebut, ICOR Indonesia berada di angka 6,5—lebih tinggi dibandingkan negara kawasan seperti Thailand dan Malaysia yang berada di angka 4, serta Vietnam di kisaran 3,6.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Vanilla Tahan Lama, Wangi Manis Elegan yang Cocok untuk Lebaran
Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan biaya lebih besar untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sama. Dengan total anggaran negara yang mendekati Rp3.893 triliun, Prabowo memperkirakan terdapat inefisiensi hingga 30 persen atau setara sekitar USD75 miliar.
“Artinya, ada potensi pemborosan besar yang harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Ia menambahkan, efisiensi yang dilakukan saat ini baru langkah awal. Pemerintah masih akan menelusuri berbagai pos belanja rutin yang dinilai tidak mendesak, seperti kegiatan seremonial, rapat di luar kantor, hingga pengadaan barang yang dilakukan berulang setiap tahun.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti banyaknya kegiatan kajian yang dianggap tidak berdampak langsung pada persoalan utama masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Prabowo turut membuka opsi kebijakan adaptif, termasuk pengurangan hari kerja dan penerapan sistem kerja dari rumah (work from home/WFH).
Ia menilai pola kerja fleksibel tersebut pernah terbukti efektif saat pandemi COVID-19.
“Kita harus berani mencari cara baru agar lebih efisien, termasuk kemungkinan sebagian pegawai bekerja dari rumah,” katanya.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap pengelolaan anggaran negara menjadi lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








