Sumsel

Pembangunan Talud Sungai Enim, Pedagang Mambo Akan Direlokasi!

Haris Ma'ani | 28 Mei 2024, 21:00 WIB
Pembangunan Talud Sungai Enim, Pedagang Mambo Akan Direlokasi!

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kabupaten Muara Enim menggelar sosialisasi terkait relokasi pedagang Pasar Mambo 1 dalam rangka mempermudah pembangunan Talud Sungai Enim.

Asisten 1 Pemkab Muara Enim, Emran Tabrani mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan memastikan kelancaran pembangunan talud tanpa hambatan teknis maupun sosial.

"Sosialisasi ini bukan yang pertama kali kami lakukan. Sebelumnya, kami sudah sering memberikan informasi melalui poster dan himbauan langsung kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Jembatan Enim I dan II," ujar Emran, Selasa (28/5/2024).

Emran juga menekankan bahwa Pemkab Muaraenim tidak akan mengabaikan nasib para pedagang Pasar Mambo I yang akan terdampak oleh proyek ini.

"Kami akan merelokasi sementara para pedagang ke tempat lain. Pemerintah akan bersikap humanistik dan tidak arogan. Kami mohon dukungan dari semua pihak untuk mencari solusi bersama, baik di sekitar pasar atau di depan Golkar dan kantor pos, agar para pedagang tetap bisa berdagang seperti biasa," tegasnya.

Selain itu, Emran mengatasi kekhawatiran masyarakat terkait premanisme selama proses pembangunan yang diperkirakan akan berlangsung selama satu tahun.

Baca Juga: Bacawagub Sumsel Anita Noeringhati Tetap Optimis Meski LSI Unggulkan Herman Deru

"Kami akan memberdayakan tenaga masyarakat sekitar dalam proyek ini. Bagi yang ingin melamar pekerjaan, baik dengan keterampilan maupun tanpa keterampilan, bisa menghubungi RT/RW dan Lurah setempat untuk menghindari konflik sosial," tambahnya.

Salah satu pedagang Pasar Mambo I, Mardiana, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan ini namun juga berharap pemerintah memperhatikan nasib para pedagang.

"Kami mendukung pembangunan di Kabupaten Muaraenim, tetapi kami berharap pemerintah juga memikirkan nasib kami. Kami mengandalkan berjualan di Pasar Mambo I untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika digusur, kami akan kesulitan mencari nafkah. Jadi, kami berharap pemerintah memikirkan solusi yang baik untuk kami," ungkap Mardiana. (Ika)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto