Sumsel

Patrick Kluivert Minta Maaf: Kegagalan ke Piala Dunia Jadi Luka dan Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia

Maman Suparman | 14 Oktober 2025, 11:57 WIB
Patrick Kluivert Minta Maaf: Kegagalan ke Piala Dunia Jadi Luka dan Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia

AKURAT.CO SUMSEL Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert akhirnya angkat bicara usai skuad Garuda gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.

Melalui pernyataan terbuka di akun media sosialnya, pelatih asal Belanda itu menyampaikan permohonan maaf dan rasa tanggung jawab penuh atas hasil pahit yang dialami timnya.

“Kepada Indonesia yang tercinta, saya merasakan rasa sakit dan kekecewaan yang sama seperti yang Anda rasakan,” tulis Kluivert dalam unggahan di Instagram pribadinya, Senin (13/10/2025).

Kegagalan ini menjadi akhir dari perjalanan panjang Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, setelah dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) di Jeddah.

Tagar #KluivertOut sempat menggema di media sosial, menggambarkan kemarahan dan kekecewaan publik terhadap hasil tersebut.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini: Saatnya Tenang, Fokus pada Hal Kecil di Karir dan Keuangan

Namun di balik kritik tajam, Kluivert memilih untuk bertanggung jawab secara moral dan menegaskan bahwa kegagalan ini adalah bagian dari proses membangun fondasi sepak bola Indonesia yang lebih kuat.

“Kekalahan melawan Arab Saudi dan Irak adalah pelajaran pahit, tetapi juga pengingat seberapa tingginya impian bersama kita. Sebagai pelatih kepala, saya mengambil tanggung jawab penuh,” tegasnya.

Kluivert menilai bahwa meski gagal mencapai target lolos ke Piala Dunia, tim nasional telah menunjukkan perkembangan dalam hal disiplin, karakter, dan semangat juang.

Ia menyebut perjuangan skuad Garuda bukan sekadar soal hasil, melainkan perjalanan membentuk identitas sepak bola Indonesia yang modern dan kompetitif.

“Kami telah memberikan segalanya, dengan hati, disiplin, dan persatuan. Setiap hari tim ini belajar untuk tumbuh dan mewakili Indonesia dengan kebanggaan,” ucapnya.

Pelatih berusia 49 tahun itu juga mengingatkan bahwa kemajuan sejati membutuhkan waktu. Ia menilai, pondasi yang telah dibangun selama masa kepelatihannya akan menjadi titik tolak kebangkitan sepak bola nasional di masa depan.

“Benih-benih itu telah tertanam dalam cara berpikir, dalam budaya, dan dalam keyakinan bahwa Indonesia pantas berada di panggung terbesar,” katanya.

Usai dua kekalahan beruntun, Kluivert dikabarkan langsung terbang kembali ke Belanda. Sementara Timnas Indonesia pulang ke Tanah Air tanpa sang pelatih kepala.

Situasi ini memunculkan spekulasi soal masa depan Kluivert bersama Garuda, terutama di tengah tekanan publik dan evaluasi internal PSSI yang kabarnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia