Rekapitulasi Suara Pilkada 17 Daerah di Sumsel: Persaingan Ketat, Banyak Petahana Kalah

AKURAT.CO SUMSEL Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Sumatera Selatan (Sumsel) mencatatkan dinamika politik yang menarik perhatian publik. Sebanyak delapan petahana dipastikan tumbang menghadapi lawan-lawan politiknya.
Perubahan peta kekuatan ini terlihat dari hasil rekapitulasi suara yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Tak hanya di tingkat kabupaten dan kota, persaingan sengit juga terjadi pada pemilihan gubernur, menunjukkan betapa tajamnya persaingan antar petahana di Bumi Sriwijaya.
Petahana vs Petahana di Pemilihan Gubernur Sumsel
Salah satu persaingan paling mencolok terjadi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2025-2030.
Dua petahana yang sebelumnya berduet sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Mawardi Yahya, kini bersaing satu sama lain.
Hasil rekapitulasi suara menunjukkan kemenangan pasangan Herman Deru-Cik Ujang (HDCU) dengan raihan 2.220.438 suara.
Mereka unggul jauh dari pasangan Eddy Santana Putra-Rizky Aprilia (ERA) yang meraih 1.082.241 suara. Sementara Mawardi Yahya-RA Anita Noeringhati (Matahati) hanya mendapatkan 991.889 suara.
Baca Juga: Daftar Perolehan Suara Pilwako Palembang, RDPS Menang di Pleno Rekapitulasi KPU
Petahana Tumbang di Musi Rawas dan Banyuasin
Persaingan antar petahana juga terjadi di Kabupaten Musi Rawas dan Banyuasin. Di Musi Rawas, Ratna Mahmud yang berpasangan dengan Suprayitno berhasil mengalahkan mantan koleganya, Suwarti-Thamrin Hasan.
Ratna-Suprayitno meraih 148.629 suara, sedangkan Suwarti-Thamrin hanya memperoleh 80.646 suara.
Situasi serupa terjadi di Banyuasin, di mana Askolani yang berpasangan dengan Netta Indian berhasil menyingkirkan mantan wakilnya, Slamet Somosentono. Askolani-Netta meraih 201.505 suara, jauh mengungguli Slamet-Alfi Rustam yang memperoleh 132.013 suara.
Di Kota Pagar Alam, Wali Kota petahana Alpian Maskoni yang berpasangan dengan Alfikriansyah mengalami kekalahan telak. Pasangan ini hanya meraih 29.231 suara, suara terendah dari tiga kandidat.
Posisi pertama ditempati pasangan Ludi-Bertha (Luber) dengan 33.672 suara, disusul Hepi Safriani-Epsi Komar dengan 29.538 suara.
Empat Petahana Wakil Kepala Daerah Gagal Melanjutkan Karier Politik
Selain itu, empat petahana yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala daerah juga tumbang saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
Di Palembang, Fitrianti Agustinda, Wakil Wali Kota dua periode, kalah dengan hanya memperoleh 175.495 suara. Pasangan Ratu Dewa-Prima Salam unggul dengan perolehan 352.696 suara.
Di Prabumulih, Adriansyah Fikri yang juga menjabat Wakil Wali Kota periode 2013-2023 kalah telak dengan hanya meraih 18.175 suara. Pasangan Arlan-Franky Nasril menjadi pemenang dengan 59.492 suara.
Sementara di OKI, Dja'far Shodiq yang sempat menjadi Wakil Bupati dan Bupati periode 2018-2023 kalah dari pasangan Muchendi Mahzareki-Supriyanto yang meraih 234.398 suara.
Di Lahat, Haryanto yang mencalonkan diri kembali sebagai Wakil Bupati juga gagal. Pasangan Bursah Zarnubi-Widia Ningsih menang dengan suara terbanyak, 103.950 suara. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 3Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 5Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 6Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Menang 2-0 Atas Singapura
- 7Bansos PKH dan BPNT September 2026 Resmi Cair, Cek Besaran Nominalnya
- 8Sinopsis Avengers Endgame Endcore 2026, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









