Sumsel

Rekapitulasi Suara Pilkada 17 Daerah di Sumsel: Persaingan Ketat, Banyak Petahana Kalah

Deni Hermawan | 6 Desember 2024, 15:30 WIB
Rekapitulasi Suara Pilkada 17 Daerah di Sumsel: Persaingan Ketat, Banyak Petahana Kalah

AKURAT.CO SUMSEL Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Sumatera Selatan (Sumsel) mencatatkan dinamika politik yang menarik perhatian publik. Sebanyak delapan petahana dipastikan tumbang menghadapi lawan-lawan politiknya.

Perubahan peta kekuatan ini terlihat dari hasil rekapitulasi suara yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tak hanya di tingkat kabupaten dan kota, persaingan sengit juga terjadi pada pemilihan gubernur, menunjukkan betapa tajamnya persaingan antar petahana di Bumi Sriwijaya.

Petahana vs Petahana di Pemilihan Gubernur Sumsel

Salah satu persaingan paling mencolok terjadi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2025-2030.

Dua petahana yang sebelumnya berduet sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Mawardi Yahya, kini bersaing satu sama lain.

Hasil rekapitulasi suara menunjukkan kemenangan pasangan Herman Deru-Cik Ujang (HDCU) dengan raihan 2.220.438 suara.

Mereka unggul jauh dari pasangan Eddy Santana Putra-Rizky Aprilia (ERA) yang meraih 1.082.241 suara. Sementara Mawardi Yahya-RA Anita Noeringhati (Matahati) hanya mendapatkan 991.889 suara.

Baca Juga: Daftar Perolehan Suara Pilwako Palembang, RDPS Menang di Pleno Rekapitulasi KPU

Petahana Tumbang di Musi Rawas dan Banyuasin

Persaingan antar petahana juga terjadi di Kabupaten Musi Rawas dan Banyuasin. Di Musi Rawas, Ratna Mahmud yang berpasangan dengan Suprayitno berhasil mengalahkan mantan koleganya, Suwarti-Thamrin Hasan.

Ratna-Suprayitno meraih 148.629 suara, sedangkan Suwarti-Thamrin hanya memperoleh 80.646 suara.

Situasi serupa terjadi di Banyuasin, di mana Askolani yang berpasangan dengan Netta Indian berhasil menyingkirkan mantan wakilnya, Slamet Somosentono. Askolani-Netta meraih 201.505 suara, jauh mengungguli Slamet-Alfi Rustam yang memperoleh 132.013 suara.

Di Kota Pagar Alam, Wali Kota petahana Alpian Maskoni yang berpasangan dengan Alfikriansyah mengalami kekalahan telak. Pasangan ini hanya meraih 29.231 suara, suara terendah dari tiga kandidat.

Posisi pertama ditempati pasangan Ludi-Bertha (Luber) dengan 33.672 suara, disusul Hepi Safriani-Epsi Komar dengan 29.538 suara.

Empat Petahana Wakil Kepala Daerah Gagal Melanjutkan Karier Politik

Selain itu, empat petahana yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala daerah juga tumbang saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Di Palembang, Fitrianti Agustinda, Wakil Wali Kota dua periode, kalah dengan hanya memperoleh 175.495 suara. Pasangan Ratu Dewa-Prima Salam unggul dengan perolehan 352.696 suara.

Di Prabumulih, Adriansyah Fikri yang juga menjabat Wakil Wali Kota periode 2013-2023 kalah telak dengan hanya meraih 18.175 suara. Pasangan Arlan-Franky Nasril menjadi pemenang dengan 59.492 suara.

Sementara di OKI, Dja'far Shodiq yang sempat menjadi Wakil Bupati dan Bupati periode 2018-2023 kalah dari pasangan Muchendi Mahzareki-Supriyanto yang meraih 234.398 suara.

Di Lahat, Haryanto yang mencalonkan diri kembali sebagai Wakil Bupati juga gagal. Pasangan Bursah Zarnubi-Widia Ningsih menang dengan suara terbanyak, 103.950 suara. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto