Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia

AKURAT.CO SUMSEL Fenomena langit menarik akan menghiasi langit Indonesia pada akhir pekan ini.
Bulan Purnama September 2026 atau Harvest Moon dapat diamati pada malam Sabtu, 26 September hingga Minggu, 27 September 2026.
Harvest Moon merupakan sebutan tradisional untuk Bulan Purnama yang waktunya berdekatan dengan ekuinoks September.
Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang menarik karena Bulan akan tampak terang sepanjang malam.
Mengutip Space.com, istilah Harvest Moon secara tradisional diberikan kepada Bulan Purnama yang terjadi paling dekat dengan waktu ekuinoks September.
Berbeda dengan fenomena gerhana Bulan, pada Harvest Moon posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tidak berada dalam konfigurasi yang menyebabkan bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan.
Kapan Puncak Harvest Moon September 2026?
Menurut informasi astronomi yang dikutip dari The Sky Live, puncak fase Bulan Purnama terjadi pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 16.49 GMT.
Baca Juga: Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Menang 2-0 Atas Singapura
Jika dikonversikan ke waktu Indonesia, puncak Bulan Purnama berlangsung pada:
WIB: Sabtu, 26 September 2026 pukul 23.49 WIB
WITA: Minggu, 27 September 2026 pukul 00.49 WITA
WIT: Minggu, 27 September 2026 pukul 01.49 WIT
Artinya, masyarakat di wilayah Indonesia dapat menikmati Bulan Purnama pada Sabtu malam hingga dini hari Minggu.
Pada fase puncaknya, sekitar 99,9 persen bagian cakram Bulan terlihat diterangi Matahari. Kondisi tersebut membuat Bulan tampak sangat terang ketika berada di langit malam.
Bulan Tampak Kuning Keemasan Saat Terbit
Salah satu waktu menarik untuk mengamati Harvest Moon adalah ketika Bulan baru muncul di ufuk timur.
Saat berada dekat cakrawala, Bulan dapat terlihat memiliki warna kekuningan, keemasan, hingga jingga. Warna tersebut berkaitan dengan perjalanan cahaya melalui atmosfer Bumi.
Seiring Bulan semakin tinggi di langit, rona tersebut perlahan akan berubah menjadi lebih putih atau keperakan.
Pada saat yang sama, pengamat juga dapat merasakan efek yang dikenal sebagai moon illusion. Fenomena persepsi ini membuat Bulan yang berada dekat cakrawala terlihat seolah-olah lebih besar dibandingkan ketika berada lebih tinggi di langit.
Saturnus Ikut Menghiasi Langit
Pengamatan Harvest Moon kali ini juga dapat ditemani oleh Planet Saturnus.
Saturnus akan terlihat sebagai objek terang menyerupai bintang di sekitar Bulan. Posisi visualnya berada di sekitar bagian kiri bawah Bulan, sehingga pengamat dapat mencoba menemukan planet tersebut ketika kondisi langit cerah.
Dengan bantuan teleskop astronomi, Saturnus dapat diamati lebih detail, termasuk karakteristik cincinnya.
Cara Mengamati Harvest Moon
Masyarakat tidak membutuhkan peralatan khusus untuk menikmati Bulan Purnama. Fenomena ini dapat diamati langsung menggunakan mata tanpa alat pelindung.
Agar pengamatan lebih optimal, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
Pilih lokasi dengan pandangan luas
Cari tempat yang memiliki pandangan terbuka ke arah timur agar Bulan tidak terhalang gedung atau pepohonan.Amati sejak Bulan terbit
Momen ketika Bulan baru muncul di ufuk timur menjadi salah satu waktu menarik untuk melihat perubahan warna dan efek ilusi Bulan.Gunakan binokular atau teleskop
Peralatan tersebut dapat membantu melihat detail permukaan Bulan dengan lebih jelas.Coba abadikan dengan kamera
Gunakan tripod agar kamera tetap stabil. Pengaturan ISO rendah dan kecepatan rana yang sesuai dapat membantu menangkap detail permukaan Bulan.Pastikan kondisi cuaca mendukung
Langit yang cerah dan minim awan akan membuat objek astronomi lebih mudah diamati.
Harvest Moon Jadi Salah Satu Fenomena Langit September 2026
Harvest Moon bukan satu-satunya fenomena astronomi yang berlangsung sepanjang September 2026.
Bulan ini juga diwarnai sejumlah peristiwa langit, mulai dari hujan meteor, konjungsi Bulan dengan planet, hingga ekuinoks September.
Beberapa fenomena tersebut antara lain hujan meteor Aurigid pada awal September, konjungsi Bulan dan Mars, fase Bulan Baru, pertemuan Bulan sabit dengan Venus, hingga puncak kecemerlangan Venus.
Baca Juga: Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
Pada 23 September 2026, terjadi ekuinoks September. Beberapa hari kemudian, tepatnya 26 September, masyarakat dapat menikmati puncak Harvest Moon.
Kemudian pada 27 September 2026, terdapat pula aktivitas hujan meteor Sextantid yang menjadi bagian dari rangkaian fenomena langit bulan ini.
Dengan demikian, malam 26 hingga dini hari 27 September 2026 menjadi salah satu kesempatan menarik bagi masyarakat untuk mengamati Bulan Purnama.
Selama cuaca cerah dan lokasi pengamatan memiliki pandangan terbuka, Harvest Moon dapat dinikmati tanpa alat khusus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 2BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 7Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini, Ada yang Dapat Peluang Baru hingga Harus Waspada Pengeluaran
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu




