Sumsel

Bos Instagram Peringatkan Sulitnya Bedakan Konten Asli dan AI

Maman Suparman | 6 Januari 2026, 09:58 WIB
Bos Instagram Peringatkan Sulitnya Bedakan Konten Asli dan AI

AKURAT.CO SUMSEL Kepala Instagram Adam Mosseri menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kian menyulitkan publik membedakan konten visual asli dengan gambar buatan mesin.

Menurutnya, kondisi ini menuntut pendekatan baru dalam membangun kepercayaan di ruang digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Mosseri melalui unggahan akhir tahun 2025 di platform Threads. Ia menilai bahwa kemajuan AI telah mengubah makna keaslian dalam fotografi dan konten visual.

“Menghadapi tahun 2026, salah satu perubahan terbesar adalah keaslian yang kini dapat direplikasi tanpa batas,” tulis Mosseri, dikutip Selasa (6/1/2026).

Mosseri menjelaskan, kemampuan AI dalam menghasilkan gambar berkualitas tinggi membuat foto autentik semakin sulit dibedakan dari hasil rekayasa teknologi.

Situasi ini diperkuat oleh tren kreator yang justru menyukai tampilan visual yang terlihat mentah dan tidak terlalu dipoles.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Swasembada Beras per 31 Desember 2025

Menurutnya, kecerdasan buatan pada akhirnya akan meniru estetika tersebut karena mengikuti preferensi pengguna. Kondisi ini memaksa publik untuk mengubah cara menilai dan memahami konten visual yang beredar di media sosial.

Ia memprediksi, penilaian terhadap konten ke depan akan lebih menitikberatkan pada identitas dan kredibilitas pembuatnya, bukan semata pada tampilan visual.

Namun, Mosseri mengakui proses adaptasi ini akan berlangsung panjang dan tidak selalu nyaman.

Dari sisi teknologi, Mosseri memperkirakan produsen kamera akan mulai menerapkan tanda tangan kriptografis pada foto guna membangun rantai kepemilikan dan memastikan keaslian gambar.

Ia juga mengkritik pendekatan produsen kamera yang terlalu fokus menghasilkan foto sempurna, karena citra semacam itu dinilai mudah dibuat namun kurang menarik bagi audiens.

Sebagai platform milik Meta, Instagram disebut menghadapi lonjakan signifikan konten berbasis AI sepanjang 2025. Mosseri menegaskan Instagram perlu memperkuat pengelolaan konten AI agar karya manusia tidak tersisih.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia